Pastikan Program Seragam Sekolah Gratis Tetap Jalan, Disdik Makassar: Tunggu Jadwal Penyaluran!

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. (ist)
menitindonesia, MAROS – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, sejumlah orang tua siswa di Kota Makassar mulai cemas soal kepastian distribusi bantuan seragam gratis dari pemerintah. Belum adanya jadwal resmi penyaluran membuat sebagian dari mereka mempertimbangkan untuk membeli seragam secara mandiri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan, program seragam gratis tetap berjalan sesuai rencana dan meminta orang tua tidak mengambil keputusan tergesa-gesa.
“Orang tua sebaiknya tidak cemas. Seragam sudah kami siapkan, tinggal menunggu jadwal penyaluran. Sekolah juga diminta mengikuti prosedur yang ada,” kata Achi dalam keterangan tertulis, Minggu (13/7/2025).

BACA JUGA:
Pemkot Makassar Luncurkan Aplikasi OPPOKI untuk Tertibkan Pengelolaan Kendaraan Dinas

Tahun ini, Pemkot Makassar menargetkan 33 ribu siswa baru di jenjang SD dan SMP negeri sebagai penerima bantuan. Setiap siswa akan mendapat dua setel seragam, sehingga total seragam yang disiapkan mencapai 66 ribu paket.
Rinciannya, sekitar 19 ribu siswa SD dan 14 ribu siswa SMP akan menerima bantuan tersebut. Distribusi dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Juli, namun proses pengadaan dan koordinasi teknis masih berlangsung.
“Masih ada beberapa tahapan administrasi yang kami selesaikan. Tapi targetnya, pengiriman mulai dilakukan bulan ini,” jelas Achi.
Pemerintah Kota juga menegaskan larangan keras bagi sekolah untuk menjual seragam kepada siswa. Sementara itu, pembelian atribut seperti baju olahraga dan batik diperbolehkan asalkan dilakukan di luar sekolah.
“Kami ingin memutus mata rantai keuntungan pihak-pihak tertentu yang selama ini menjadikan sekolah sebagai pasar tetap,” tambah Achi.
Program bantuan seragam ini merupakan bagian dari janji politik Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham untuk meringankan beban orang tua siswa di awal tahun ajaran.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menyampaikan bahwa pemerintah tidak melarang orang tua membeli seragam lebih awal jika memang memiliki kemampuan finansial.
“Kalau ingin menunggu, silakan. Tapi kalau merasa perlu membeli lebih cepat, juga tidak masalah. Pemerintah akan tetap menjalankan kewajibannya,” ujar Zulkifly.
Sebagai solusi sementara, siswa baru diizinkan mengikuti masa orientasi tanpa seragam resmi hingga bantuan didistribusikan.