Pemkot Makassar Resmi Luncurkan Calendar of Event 2026, Ada 87 Agenda Wisata

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan di acara peluncuran kalender event. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) Makassar 2026 sebagai langkah strategis memperkuat posisi Makassar sebagai kota tujuan wisata dan kota event sepanjang tahun. Peluncuran berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Jumat (19/12/2025).
Launching CoE ditandai dengan penarikan layar Phinisi secara simbolis, menggambarkan semangat pelayaran Kota Makassar menuju pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Peluncuran CoE Makassar 2026 dilakukan oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenparekraf RI Iman Santosa, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, serta Kepala Dinas Pariwisata Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.
Munafri mengatakan kalender event ini menjadi peta jalan pariwisata Makassar selama satu tahun penuh di 2026. Ia menegaskan Makassar harus menjadi kota yang selalu menawarkan alasan untuk dikunjungi.

BACA JUGA:
Pemkot Makassar Rilis IKM 2025, Nilai Kepuasan Publik Naik

“Kita ingin setiap bulan di Makassar selalu ada alasan untuk didatangi. Bukan memilih bulan, tapi memilih event apa yang ingin disaksikan di Makassar,” ujarnya.
CoE Makassar 2026 memuat 15 big event, termasuk Festival Muara yang ditetapkan sebagai Top Event, serta 72 event pendukung yang digelar sepanjang 2026. Sejumlah agenda budaya seperti Attayang Sunset dan Pagelaran Kesenian juga akan rutin hadir sebagai kalender budaya tetap Kota Makassar.
Menurut Munafri, setiap event yang masuk dalam CoE harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat—mulai dari pelaku UMKM, sanggar seni, penyelenggara acara, hingga industri perhotelan dan pariwisata.
“Kita ingin event ini berdampak langsung, bukan hanya dinikmati segelintir orang, tapi menggerakkan ekonomi lokal secara merata,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan pariwisata, seperti kebersihan fasilitas umum, keramahtamahan warga, hingga memastikan kota bebas pungutan liar. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas kreatif, pelaku industri, dan anak muda menjadi faktor kunci memperkuat identitas event Makassar.
Munafri membuka ruang luas bagi industri kreatif, termasuk musik, film, dan seni pertunjukan. Bahkan, ia mendorong hadirnya konser artis nasional hingga produksi film besar di Makassar.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh stakeholder agar event-event di Makassar benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya.