menitindonesia, MAKASSAR – Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan performa impresif pada triwulan I tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), di tengah tekanan ekonomi global dan nasional yang masih berlangsung.
Capaian tersebut turut dibarengi dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat di berbagai sektor.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp191,28 triliun. Angka ini menegaskan tren pertumbuhan positif ekonomi Sulawesi Selatan tetap terjaga sepanjang awal tahun.
Sejumlah sektor strategis menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor administrasi pemerintahan tercatat tumbuh signifikan sebesar 20,56 persen, sementara konsumsi pemerintah melonjak hingga 35,14 persen.
Selain itu, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Sulsel.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hingga masyarakat.
“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun pertama pada Q1 April 2026 sebesar 6,88 persen, meningkat 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Inflasi juga terjaga stabil pada angka 2,86 persen, turun dari bulan lalu 4,5 persen yang sempat menjadi tertinggi ketiga nasional,” kata Andi Sudirman, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak lepas dari kontribusi berbagai program strategis nasional dan proyek prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel, termasuk program Multiyears Project (MYP) Infrastruktur yang saat ini berjalan di sejumlah daerah.
Ia juga mengapresiasi kontribusi pemerintah kabupaten/kota serta sektor riil masyarakat yang dinilai menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
“Capaian ini adalah capaian kolektif, termasuk program nasional, Pemprov Sulsel melalui Mega Proyek Multiyears (MYP), serta program kabupaten kota yang ditopang ekonomi sektor riil masyarakat,” ujarnya.
Andi Sudirman berharap momentum pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus dijaga untuk memperkuat indikator pembangunan Sulawesi Selatan sekaligus menghadirkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Mari terus menjaga bersama ritme indikator utama pembangunan Sulsel yang lebih baik,” tutupnya.