Pemkot Makassar Bantah Isu Rp10 Miliar untuk Makan Minum Wali Kota

Ilustrasi
menitindonesia, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membantah keras narasi viral di media sosial yang menyebut anggaran makan dan minum Wali Kota Makassar mencapai Rp10 miliar per tahun.
Pemkot menilai informasi yang beredar di sejumlah akun media sosial tersebut merupakan interpretasi keliru terhadap dokumen resmi anggaran pemerintah.
Kasubag Rumah Tangga Setda Kota Makassar, Muh Fitrah Hardiansyah menegaskan angka yang beredar bukan anggaran konsumsi pribadi Wali Kota, melainkan belanja jamuan dan kebutuhan rumah tangga pemerintahan secara keseluruhan.
“Setiap pos anggaran merupakan bagian dari belanja rumah tangga pemerintah daerah yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kedinasan,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk jamuan tamu pemerintahan, audiensi masyarakat, rapat kedinasan, kegiatan lintas instansi, hingga dukungan kegiatan organisasi dan mahasiswa.

BACA JUGA:
Melinda Aksa Buka Pemilihan Duta Anak Makassar 2026, Dorong Anak Jadi Pelopor Perubahan

“Penggunaannya bersifat kolektif dan melekat pada fungsi pelayanan publik, bukan untuk kepentingan pribadi Wali Kota,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Umum Setda Kota Makassar, Firnandar Sabara.
Ia menjelaskan kode rekening yang viral di media sosial merupakan belanja jamuan tamu pimpinan dalam kegiatan resmi pemerintahan.
“Bukan rekening makan minum pribadi Wali Kota seperti yang ditafsirkan dalam narasi yang beredar,” jelas Firnandar.
Pemkot Makassar juga mengimbau masyarakat lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi agar tidak terjebak disinformasi yang menyesatkan publik.