Hadiri Konferensi PWI Sulsel, Wali Kota Makassar Ungkap Pentingnya Integritas Pers

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan di acara Konferensi PWI Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme wartawan di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung.
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri pembukaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan di Gedung Fajar Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (2/6/2026).
Menurut Munafri, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, keberadaan wartawan yang profesional, independen, dan berpegang pada kode etik menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini.
“Pers memiliki peran yang sangat penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” kata Munafri.

BACA JUGA:
Dirgahayu ke-69 Kodam Hasanuddin di Makassar, Appi: TNI Garda Terdepan Jaga Stabilitas Daerah

Pria yang akrab disapa Appi itu menilai tantangan dunia jurnalistik semakin berat seiring maraknya hoaks, disinformasi, hingga banjir informasi yang beredar di berbagai platform digital.
Karena itu, kata dia, organisasi profesi seperti PWI memiliki peran besar dalam menjaga integritas pers sekaligus memastikan fungsi kontrol sosial tetap berjalan secara objektif.
“Di era digital saat ini tantangan dunia jurnalistik semakin besar, mulai dari derasnya arus informasi hingga maraknya hoaks dan disinformasi. Karena itu keberadaan wartawan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi sangat penting,” ujarnya.
Appi menegaskan konferensi PWI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi wartawan, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan dunia pers di Sulawesi Selatan.
Ia berharap forum tersebut melahirkan gagasan konstruktif dan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Appi juga menyoroti pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai instrumen menjaga kualitas profesi jurnalistik.
Bahkan, ia mendorong agar proses sertifikasi dan pengujian kompetensi wartawan dilakukan lebih ketat untuk memastikan profesi tersebut dijalankan oleh individu yang memiliki kapasitas, etika, dan tanggung jawab.
“Uji kompetensi sangat penting. Saya berharap prosesnya bisa lebih ketat lagi. Profesi wartawan adalah profesi terhormat yang harus dijaga marwahnya,” tegasnya.
Ketua IKA FH Unhas itu juga mengingatkan agar profesi wartawan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau menjadi alat menekan pihak tertentu.
Menurutnya, praktik semacam itu tidak hanya merusak citra individu, tetapi juga mencoreng nama baik organisasi profesi dan dunia jurnalistik secara keseluruhan.
Appi mengaku optimistis PWI mampu menjaga profesionalisme serta etika anggotanya sehingga praktik-praktik yang mencederai profesi dapat dicegah.
Lebih jauh, ia menegaskan pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data yang benar.
“Saya selalu menyampaikan kepada rekan-rekan pers, tulislah apa yang benar-benar dilihat dan diketahui. Sampaikan fakta apa adanya,” katanya.
Menurut Appi, pers yang independen dan profesional merupakan salah satu pilar utama demokrasi. Selain menyampaikan informasi kepada publik, pers juga berperan memberikan kritik konstruktif, masukan, hingga peringatan dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pers harus menjadi pilar penyeimbang dalam proses pembangunan dan memberikan informasi yang jujur kepada masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Appi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat transparansi pemerintahan, serta menghadirkan informasi yang akurat dan mencerdaskan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Makassar Abdullah.