Taruna Ikrar Kawal Mimpi Besar Prabowo dari Desa: BPOM Pastikan Apotek Desa Jadi Simbol Perlindungan Negara

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). BPOM mendukung Koperasi Desa Merah Putih melalui penguatan Apotek Desa guna menjamin obat yang beredar aman, bermutu, berkhasiat, dan legal bagi masyarakat.
  • Gagasan Presiden Prabowo Subianto membangun Indonesia dari desa menemukan pijakan penting di sektor kesehatan. Di bawah kepemimpinan Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., BPOM mengawal Koperasi Desa Merah Putih melalui Apotek Desa agar setiap obat yang diterima masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.
menitindonesia, JAKARTA — Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. menegaskan BPOM menjadi salah satu pilar penting dalam menyukseskan Koperasi Desa Merah Putih, program strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan membangun Indonesia dari desa. Melalui penguatan sistem pengawasan Apotek Desa, BPOM memastikan masyarakat memperoleh obat yang aman, bermutu, berkhasiat, dan legal sebagai bagian dari perlindungan kesehatan nasional.
Komitmen tersebut sejalan dengan gagasan besar Presiden Prabowo yang disampaikan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
BACA JUGA:
Beasiswa Garuda Antar Sally ke Monash University Australia, Ingin Bangun Laboratorium Riset di Tanah Air
Dalam kesempatan itu, Presiden mengenang pengalamannya saat bertugas sebagai prajurit TNI di pelosok negeri dan menyaksikan langsung masyarakat hidup dalam keterbatasan, bahkan menghadapi ancaman kelaparan.
Pengalaman itulah yang membentuk keyakinannya bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Bagi Prabowo, memperkuat desa berarti memperkuat fondasi bangsa. Karena itu, Koperasi Desa Merah Putih dirancang bukan hanya sebagai penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat yang menyediakan kebutuhan dasar, mulai dari pangan, pembiayaan, hingga layanan kesehatan.

Picsart 26 07 13 04 31 25 848 e1783891933385

Menjaga Kepercayaan, Mengawal Visi Presiden

Di balik hadirnya Apotek Desa, BPOM memegang peran yang sangat strategis. Jika Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen pemerataan pelayanan hingga ke pelosok, maka BPOM memastikan setiap obat yang tersedia memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. Peran inilah yang menjadi fondasi agar visi Presiden menghadirkan negara lebih dekat kepada rakyat benar-benar diwujudkan dengan perlindungan kesehatan yang nyata.
BACA JUGA:
Di Puncak HKG PKK ke-54, Hospitality Kota Makassar Tuai Apresiasi dari Istri Wapres
“Visi besar Presiden Prabowo adalah menghadirkan negara lebih dekat dengan rakyat, dimulai dari desa. Dalam konteks kesehatan, BPOM memastikan setiap obat yang tersedia di Apotek Desa aman, bermutu, berkhasiat, dan legal. Perluasan akses harus selalu diiringi dengan perlindungan masyarakat,” tegas Taruna Ikrar.
Komitmen itu diwujudkan melalui Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 yang menjadi landasan pengelolaan obat di Apotek Desa dalam jaringan Koperasi Desa Merah Putih.
Melalui regulasi tersebut, BPOM menyusun daftar obat yang dapat disediakan di Apotek Desa, menetapkan standar pelayanan kefarmasian, mengawasi rantai distribusi agar terbebas dari obat palsu dan ilegal, memastikan penyimpanan sesuai ketentuan, hingga melakukan pengawasan mutu melalui pengujian laboratorium dan surveilans secara berkala.
Selain memperkuat regulasi, BPOM juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan tenaga kefarmasian agar setiap Apotek Desa dikelola oleh apoteker yang kompeten dan profesional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan hingga tingkat desa.
Menurut Taruna Ikrar, keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang berdiri atau luasnya jangkauan pelayanan. Keberhasilan sesungguhnya lahir ketika masyarakat memiliki keyakinan bahwa setiap obat yang mereka konsumsi telah melalui sistem pengawasan yang ketat.
“Masyarakat desa berhak memperoleh akses obat yang lebih mudah, tetapi juga berhak mendapatkan kepastian bahwa setiap obat yang mereka terima telah memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. Itulah mandat utama BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.
Dalam perspektif tersebut, BPOM bukan hanya regulator, melainkan penjaga kepercayaan publik. Lembaga ini memastikan visi Presiden Prabowo membangun Indonesia dari desa berdiri di atas fondasi perlindungan kesehatan yang kokoh.
Pada akhirnya, Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya tentang memperkuat ekonomi desa. Program ini merupakan ikhtiar menghadirkan negara hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Ketika obat yang aman, bermutu, berkhasiat, dan legal dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat desa, di situlah negara benar-benar hadir—melindungi, melayani, dan memastikan pembangunan desa berjalan berdampingan dengan perlindungan kesehatan masyarakat.