Selebrasi tim Nasional Spanyol mengangkat tropi Piala Dunia ke tiga bagi mereka selama ajang Piala Dunia. (Fifa)
menitindonesia, JAKARTA – Spanyol memastikan diri menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final yang berlangsung di Stadion New York-New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat.
Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan La Roja lewat gol pada menit ke-106 yang mengakhiri perlawanan sengit Albiceleste.
Meski hanya berakhir dengan selisih satu gol, jalannya pertandingan memperlihatkan ketimpangan yang sangat mencolok. Spanyol praktis menguasai laga sejak peluit awal dibunyikan dengan mencatat 66 persen penguasaan bola, berbanding hanya 34 persen milik Argentina.
Dominasi itu juga terlihat dari akurasi sirkulasi bola, di mana Spanyol membukukan 583 umpan sukses dari 647 percobaan atau mencapai akurasi sekitar 90 persen.
Tekanan tanpa henti yang dibangun pasukan Luis de la Fuente membuat Argentina nyaris tidak memiliki kesempatan mengembangkan permainan.
Sepanjang pertandingan, Spanyol melepaskan 15 tembakan, dengan 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang, sementara Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan. Bahkan, La Roja tercatat melakukan 23 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, sedangkan Argentina hanya mampu mencatat dua sentuhan.
Ketimpangan tersebut bahkan sudah terlihat sejak babak pertama. Argentina mencatat rekor yang tidak diinginkan setelah gagal melepaskan satu pun tembakan selama 45 menit pertama, pertama kalinya hal itu terjadi dalam sejarah final Piala Dunia sejak data Opta mulai dikumpulkan pada 1966.
Pada periode yang sama, Spanyol sudah unggul dalam penguasaan bola 59 persen berbanding 41 persen, mencatat tiga percobaan tembakan dan membukukan 303 operan sukses, hampir dua kali lipat milik Argentina yang hanya menghasilkan 155 operan sukses.
Namun dominasi tersebut sempat belum membuahkan hasil berkat penampilan luar biasa Emiliano Martinez. Kiper Argentina itu menjadi tembok terakhir yang menjaga peluang timnya dengan melakukan 11 penyelamatan sepanjang pertandingan. Tanpa performa gemilang sang penjaga gawang, skor akhir berpotensi jauh lebih besar untuk kemenangan Spanyol.
Gol Ferran Torres pada menit ke-106 akhirnya memecah kebuntuan sekaligus memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Kemenangan itu menjadi penutup sempurna bagi turnamen yang memperlihatkan konsistensi permainan La Roja, sementara Argentina harus puas menjadi runner-up setelah sepanjang final lebih banyak bertahan dan kesulitan menciptakan ancaman berarti ke lini belakang lawannya.
Skor akhir 1-0 memang terlihat tipis, tetapi statistik menunjukkan cerita yang berbeda. Dominasi penguasaan bola, jumlah tembakan, akurasi umpan, hingga minimnya peluang yang mampu diciptakan Argentina menjadi bukti bahwa final Piala Dunia 2026 merupakan salah satu laga paling timpang dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak heran banyak pengamat dan pendukung sepak bola menyebut hasil ini sebagai kemenangan yang sepenuhnya mencerminkan superioritas Spanyol di atas lapangan.