Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly saat melakukan tes wawancara kepada calon komosioner Baznas Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Proses seleksi direksi definitif Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memasuki babak penentuan.
Sebanyak 24 peserta yang telah mengantongi hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dijadwalkan mengikuti tahapan wawancara sebelum nama direksi definitif diumumkan.
Pemerintah Kota Makassar memastikan hingga saat ini belum ada satu pun nama yang ditetapkan sebagai direksi PDAM. Seluruh peserta masih memiliki peluang yang sama karena proses seleksi masih berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Zulkifly Nanda, menegaskan tahapan seleksi belum memasuki fase penetapan. Saat ini, Pemkot masih menyempurnakan susunan tim seleksi yang akan bertugas melakukan penilaian akhir terhadap para kandidat.
“Belum sampai pada penetapan. Saat ini kami masih dalam proses pembentukan tim seleksi. Sebagian besar tim sudah ada, hanya ada beberapa tambahan, termasuk dari Kemendagri,” kata Zulkifly, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, tahapan wawancara akan segera digelar setelah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali dari ibadah umrah. Seluruh nilai UKK peserta telah dikantongi panitia, sehingga proses berikutnya difokuskan pada pendalaman kapasitas dan kecocokan kandidat dengan jabatan yang dilamar.
“Nilai UKK sudah ada. Tinggal tahapan wawancara untuk melihat kesesuaian peserta dengan posisi direktur yang dipilih. Setelah itu baru dilakukan pengumuman. Jadi tidak langsung ditetapkan definitif karena masih ada mekanisme yang harus dijalankan,” ujarnya.
Sebanyak 24 kandidat yang sebelumnya dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti UKK akan kembali bersaing dalam sesi wawancara. Pada tahap ini, tim seleksi akan menguji visi, misi, strategi, serta kemampuan manajerial masing-masing peserta dalam menjawab tantangan pengelolaan PDAM ke depan.
Zulkifly menjelaskan, hasil wawancara nantinya tidak berdiri sendiri. Nilai tersebut akan digabungkan dengan hasil UKK sebelum diserahkan kepada Wali Kota sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan figur yang dinilai paling layak memimpin perusahaan daerah tersebut.
“Semua peserta akan diwawancarai. Hasil wawancara nanti digabungkan dengan nilai UKK, kemudian disampaikan kepada Pak Wali sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan,” jelasnya.
Di tengah beredarnya informasi mengenai nama-nama yang disebut telah mengunci posisi direksi, Zulkifly memastikan kabar tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan belum ada keputusan akhir karena salah satu tahapan penting, yakni wawancara, bahkan belum dilaksanakan.
“Belum ada nama yang ditetapkan. Yang ada baru hasil UKK. Kalau ada nama yang beredar, saya kira itu hanya prediksi. Penilaian akhirnya belum dilakukan karena tahapan wawancara belum berjalan,” tegasnya.
Dengan masih terbukanya seluruh tahapan seleksi, persaingan menuju kursi direksi definitif PDAM Makassar dipastikan belum berakhir. Nasib 24 kandidat kini akan ditentukan melalui proses wawancara yang menjadi salah satu tahapan krusial sebelum keputusan akhir diumumkan.