PDAM Makassar Kaji Pengembangan Pipa untuk Pasokan Air ke PT Eastern Pearl Flour Mills

PDAM Makassar
menitindonesia, MAKASSAR — Perumda Air Minum Kota Makassar tengah mengkaji rencana pengembangan jaringan pipa untuk mendukung kebutuhan pasokan air PT Eastern Pearl Flour Mills.
Hal itu dibahas dalam pertemuan Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Taufiq Aris, bersama jajaran PT Eastern Pearl Flour Mills di Kantor Perumda Air Minum Makassar, Jalan Ratulangi, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan yang sebelumnya digelar di lokasi pabrik sekitar tiga pekan lalu. Perumda telah menurunkan tim teknis dari Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) serta Rentek untuk mengecek kondisi jaringan di lapangan.
Andi Taufiq mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan jaringan sebelum rencana pengembangan diputuskan.
“Dalam rangka kita mau membicarakan kelanjutan rapat kita di pabrik terigu sekitar tiga minggu lalu. Pihak dari pabrik juga ingin memperoleh penjelasan yang lebih detail dari tim yang kita bentuk untuk pemasangan jaringan,” ujar Andi Taufiq.

BACA JUGA:
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kirim 4,56 Juta Liter Air Gratis ke Warga

Ia menyebut tim DKA menemukan sejumlah hal yang perlu disesuaikan, termasuk pengaturan aliran jaringan dan kondisi kebocoran. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan dikaji kembali oleh tim Rentek.
“Kita tidak mau Bapak investasi besar, kalau salah Bapak rugi. Kami tidak mau seperti itu,” tegasnya.
Menurut Andi Taufiq, Perumda menargetkan kesimpulan teknis mengenai rencana tersebut dapat disampaikan pekan ini. Kesimpulan itu akan menentukan apakah pengembangan jaringan dapat segera dilaksanakan atau diperlukan solusi lain.
“Insya Allah minggu ini kami dari Perumda Air Minum akan menyampaikan kesimpulan apakah ini bisa kita jalankan segera atau masih kita carikan solusi lain. Mudah-mudahan ini bisa dijalankan segera,” ungkapnya.
Jika hasil kajian menyatakan jaringan dapat dikembangkan, tahapan selanjutnya akan diarahkan pada proses administrasi dan perizinan kepada pihak terkait, termasuk Balai sesuai kewenangan lokasi jaringan.
“Setelah ada balasan dari Balai, insya Allah kami langsung eksekusi,” pungkasnya.