Petugas Damkarmat Maros melakukan penyiraman di Jalan yang ditumpahi solar. (ist)
menitindonesia, MAROS – Tumpahan solar di badan Jalan Poros DR Ratulangi, Kelurahan Turikale, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, membuat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) turun tangan.
Tumpahan bahan bakar minyak tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sore. Kondisi ini berpotensi membahayakan pengendara karena permukaan jalan menjadi licin.
Informasi mengenai tumpahan solar diterima Damkarmat Maros sekitar pukul 15.30 WITA. Petugas kemudian memberangkatkan satu unit armada pemadam kebakaran F14 pada pukul 15.40 WITA.
Armada tiba di lokasi sekitar pukul 15.55 WITA. Petugas langsung melakukan penyiraman pada bagian badan jalan yang terkena tumpahan solar.
Penanganan dilakukan untuk membersihkan sisa bahan bakar sekaligus mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Proses pembersihan berlangsung sekitar 15 menit dan selesai pada pukul 16.10 WITA.
Sebanyak empat personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka yakni Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarpras Damkarmat Maros Aryadi, S.STP., MM, Wadanton Rukman, pengemudi armada Muh Ridha Firdaus, serta Irfan.
Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham Halim Syah, membenarkan penanganan tumpahan solar tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (16/8/2026).
“Petugas langsung melakukan penyiraman di sepanjang badan jalan yang terkena tumpahan solar untuk mengantisipasi kondisi jalan licin yang dapat membahayakan pengguna jalan,” kata Ilham.
Dia mengimbau pengendara tetap berhati-hati saat melintas di lokasi, khususnya ketika kondisi jalan masih basah setelah proses penyiraman.
“Kami mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi yang sebelumnya terkena tumpahan bahan bakar,” ujarnya.
Penanganan tumpahan bahan bakar tersebut menjadi bagian dari tugas Damkarmat Maros dalam memberikan perlindungan dan penyelamatan kepada masyarakat.
Tak hanya menangani kebakaran, petugas Damkarmat juga merespons berbagai kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, termasuk tumpahan bahan bakar di jalan raya.