Tampil di FEKDI 2026, Andi Sudirman Bongkar Jurus Sulsel Jadi Pelopor Keuangan Digital di Indonesia Timur

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menjadi narasumber dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
menitindonesia, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman unjuk gigi di kancah nasional. Ia membeberkan jurus jitu transformasi digital Sulsel yang sukses mencatatkan transaksi hingga ratusan miliar rupiah.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).
Dalam sesi bertajuk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi”, Andi Sudirman memamerkan sederet rekam jejak Sulsel sebagai pelopor digitalisasi keuangan daerah di Indonesia Timur.
“Sulsel menjadi salah satu pelopor digitalisasi keuangan daerah hingga pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional dalam implementasi transaksi non-tunai (TNT),” tegas Andi Sudirman di hadapan para panelis.

BACA JUGA:
Sidak Pasar Terong dan Pa’baeng-baeng, TPID Sulsel Ungkap Biang Kerok Mahalnya Harga Cabai

Gubernur juga menyoroti kesuksesan marketplace lokal BajuBodo yang berhasil menembus jajaran tiga besar nasional versi pemerintah.
“Transaksi di BajuBodo sudah mencapai ratusan miliar dengan puluhan ribu produk. Kami juga sukses menerapkan pembayaran pajak kendaraan secara digital dan real-time,” tambahnya.
Andi Sudirman menyadari betul posisi strategis Sulsel sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu, penguatan fondasi digital terus dikebut secara masif.
Pihaknya kini fokus melakukan perluasan jaringan internet dan telekomunikasi, peningkatan kualitas konektivitas, penguatan pusat data, hingga mendongkrak literasi SDM di daerahnya.
Menurutnya, akselerasi ekonomi dan keuangan digital ke depan harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, bukan sekadar latah mengikuti tren teknologi.
“Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi benar-benar memperluas akses, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulsel,” pungkasnya.
Sebagai informasi, perhelatan akbar FEKDI x IFSE 2026 ini digagas oleh Bank Indonesia, OJK, Kemenko Perekonomian RI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Acara yang berlangsung dari 24 hingga 26 September 2026 ini menjadi ajang bertemunya para regulator, industri, pelaku fintech, dan perbankan untuk mendorong sinergi ekosistem keuangan digital nasional.