Andi Sudirman Kebut Manajemen Talenta, Target 24 Daerah di Sulsel Terpenuhi

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat membuka Ekspose Manajemen Talenta Tahap II Instansi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Sulsel 2026 di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggeber penerapan manajemen talenta untuk mengubah wajah birokrasi daerah.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ingin sistem tersebut tidak berhenti sebagai pemenuhan administrasi, tetapi menjadi cara pemerintah memastikan ASN ditempatkan sesuai kompetensi, kapasitas, dan potensinya.
“Kita ingin menjadikannya sebagai fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, berorientasi pada hasil, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Andi Sudirman saat membuka Ekspose Manajemen Talenta Tahap II Instansi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Sulsel 2026 di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (25/8/2026).
Menurut Andi Sudirman, manajemen talenta menjadi bagian penting dari transformasi birokrasi. Sistem tersebut dibutuhkan agar penempatan pejabat dan ASN tidak hanya berdasarkan pertimbangan administratif, tetapi benar-benar melihat kemampuan dan potensi masing-masing individu.

BACA JUGA:
Gubernur Sulsel Tambah Hadiah MTQ KORPRI: Juara Umum Dapat Paket Umrah

Ia menyebut Sulsel menjadi salah satu daerah yang progresif dalam penerapan manajemen talenta.
Bahkan, Sulsel disebut sebagai provinsi di luar Pulau Jawa yang telah 100 persen menerapkan manajemen talenta di lingkungan pemerintahan daerah.
“Hari ini kita sudah merasakan manfaat dari talent full kepada pejabat eselon maupun ASN, untuk memastikan orang-orang yang ditempatkan pada posisi tertentu benar-benar sesuai dengan kompetensi, kapasitas dan potensinya,” ujarnya.
Andi Sudirman menilai capaian tersebut tidak sebatas angka. Menurutnya, penerapan manajemen talenta harus terlihat dari bagaimana pemerintah mengelola dan menempatkan sumber daya aparatur.
Saat ini, sebanyak 13 pemerintah daerah kabupaten/kota di Sulsel telah mendapatkan persetujuan penerapan Manajemen Talenta.
Sementara pada Ekspose Tahap II, terdapat 11 kabupaten/kota yang kembali mengikuti proses penilaian dan ekspose penerapan manajemen talenta.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof Zudan Arif Fakrulloh turut membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Nanang Subandi, para kepala daerah se-Sulsel, sekretaris daerah, serta kepala BKD dan BKPSDM kabupaten/kota.
Namun, Andi Sudirman menegaskan capaian tersebut belum menjadi garis akhir.
Pemprov Sulsel menargetkan penerapan manajemen talenta dapat berjalan menyeluruh di 24 kabupaten/kota.
“Kita berharap Sulawesi Selatan menjadi percontohan nasional dalam penerapan dan mobilisasi talenta antarinstansi pemerintah daerah. Sekaligus menjadi episentrum pembelajaran manajemen talenta di Indonesia,” tegasnya.
Dengan sistem tersebut, Andi Sudirman ingin birokrasi Sulsel tidak sekadar memiliki banyak ASN, tetapi mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat.
Ia berharap manajemen talenta pada akhirnya melahirkan birokrasi yang lebih profesional, berintegritas, cepat beradaptasi, dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.