Appi Hadiri HUT Demokrat Makassar, Isu Pindah dari Golkar Makin Menguat?

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri HUT Demokrat yang digelar DPC Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Isu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bakal meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Demokrat perlahan mulai mendapat sorotan.
Rumor tersebut mencuat di tengah kedekatan Munafri dengan jajaran Partai Demokrat Makassar. Terbaru, Appi hadir dalam kegiatan Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Makassar dalam rangka HUT ke-25, di Anjungan Pantai Losari, Minggu (30/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Appi bahkan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar Demokrat Makassar.
Meski isu perpindahan partai mencuat, Appi belum secara terbuka menyatakan dirinya akan meninggalkan Golkar ataupun bergabung dengan Demokrat.
Appi justru menyoroti kiprah Demokrat dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan peran partai politik yang hadir langsung di tengah masyarakat.

BACA JUGA:
Isu Wali Kota Makassar Gabung Partai Demokrat Kian Menguat

“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata Appi.
Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru diisi dengan sejumlah kegiatan, mulai dari senam bersama, pembersihan lingkungan, donor darah, penanaman pohon hingga kegiatan sosial lainnya.
Bagi Appi, keterlibatan partai politik dalam kegiatan sosial merupakan bagian penting dari pembangunan Kota Makassar.
Menurutnya, Pemkot Makassar tidak mungkin bekerja sendiri untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat dan aman.
“Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru ini mengingatkan kita bahwa membangun Kota Makassar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Pemerintah membutuhkan kolaborasi seluruh kekuatan masyarakat,” ujarnya.
Appi juga menyinggung posisi partai politik yang tidak hanya berkutat pada kontestasi politik. Menurutnya, partai juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Ketika kita bersama-sama menjaga lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial, sesungguhnya kita sedang menunjukkan wajah demokrasi yang dekat dengan rakyat,” katanya.
Dia menilai politik pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Ketika kader-kader politik turun langsung membersihkan lingkungan, menanam pohon, mendukung kesehatan masyarakat, mendonorkan darah, dan berbagi kepada anak-anak yatim, di situlah kita melihat bahwa politik dapat hadir dengan wajah yang humanis dan memberikan manfaat nyata,” sambung Appi.
Pernyataan Appi tersebut menjadi sorotan lantaran disampaikan di tengah isu dirinya bakal berpindah kendaraan politik dari Golkar ke Demokrat.
Namun, dalam kegiatan tersebut Appi tidak memberikan pernyataan yang secara eksplisit mengonfirmasi rencana perpindahan partai tersebut.
Sebaliknya, dia menyampaikan harapan agar Demokrat Makassar terus mengambil peran dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Memasuki usia ke-25, saya berharap DPC Partai Demokrat Kota Makassar dapat terus mengambil bagian secara konstruktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah,” tuturnya.
Appi juga menyatakan Pemkot Makassar terbuka terhadap berbagai gagasan dan bentuk kerja sama yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, keberagaman sebagai modal sosial, dan kepedulian sebagai energi untuk membangun Makassar,” ajaknya.
Menurut Appi, ukuran keberhasilan sebuah organisasi politik bukan hanya soal usia maupun kekuatan politik, tetapi juga seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Sebab, ukuran sebuah organisasi partai bukan hanya seberapa lama, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi masyarakat dan daerahnya,” pungkasnya.