Warga Makassar Kesulitan Air Bersih, Appi Cek Langsung Distribusi ke Lorong

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat meninjau langsung distribusi air ke warga. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar. Permintaan distribusi air bersih kini telah mencapai sekitar 50 titik dan menjangkau ribuan kepala keluarga (KK).
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Makassar memperkuat penanganan, mulai dari distribusi air menggunakan mobil tangki hingga mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan menyiapkan sumur bor di sejumlah kawasan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bahkan turun langsung mengecek kondisi warga dan fasilitas air bersih pada Rabu (2/9/2026).
Appi menyusuri sejumlah lorong permukiman di Kecamatan Tallo hingga Tamalanrea. Ia melihat warga mengantre membawa jeriken, galon, dan berbagai wadah untuk mendapatkan air yang didistribusikan pemerintah melalui BPBD, Damkarmat, dan Dinas PU Kota Makassar.

BACA JUGA:
Gedung Baru DPRD Makassar Ditarget Rampung 2027, Desain Bakal Lebih Aman

“Hari ini kami turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga membutuhakn. Kami turun langsung pastikan bantuan tersalur,” ujarnya.
Peninjauan dimulai dari Kelurahan Rappokalling, tepatnya di Jalan Dg Tantu. Appi kemudian bergerak ke Jalan Teuku Umar 15 sebelum melanjutkan pengecekan sejumlah titik SPAM di kawasan Rumah Warna-warni, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.
Ia juga mengecek SPAM Air di Kelurahan Kaluku Bodoa, Jalan Butta-butta Ca’di Lorong 4, kemudian SPAM Air Pannampu di Jalan Bersih, tepat di depan Kantor Lurah Pannampu.
Peninjauan berlanjut ke SPAM Air Pannampu di Jalan Indah dan SPAM Air Kelurahan Buloa di Jalan Sultan Abdullah Raya Lorong 3.
Dari Tallo, Appi kemudian menuju Kecamatan Tamalanrea untuk mengecek SPAM Air di Kelurahan Parangloe, Jalan Bontoa Barat.
Appi mengatakan peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons atas banyaknya aduan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
“Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM,” tuturnya.
Ia menegaskan seluruh unsur pemerintah harus bergerak bersama agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih,” kata Appi.
Selain BPBD, PDAM juga tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan maupun nonpelanggan melalui mobil tangki. Langkah itu dilakukan menyusul turunnya tekanan air selama musim kemarau.
Pemkot Makassar juga mengoptimalkan SPAM yang telah tersedia, termasuk fasilitas yang sedang dibangun maupun dalam proses pemeliharaan.
“Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan, ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat,” jelasnya.
Untuk memperluas sumber air, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan. Intervensi tersebut dilakukan bersama tokoh masyarakat sekaligus disertai penyiapan titik-titik penampungan seperti tandon.
Appi menilai tandon penting agar distribusi air tidak terkonsentrasi di satu lokasi. Dengan memperbanyak titik penampungan, warga diharapkan tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air.
“Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon,” ungkapnya.
Di sisi lain, pembangunan SPAM baru juga terus dikebut. Tahun ini, Pemkot Makassar merencanakan pembangunan 18 SPAM. Beberapa di antaranya masih dalam proses pengerjaan, sementara sejumlah lokasi sudah memasuki tahap pengeboran untuk mencari sumber air.
“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” katanya.
Appi mengatakan pembangunan SPAM akan dilanjutkan dan ditambah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air di Kota Makassar.
Namun, pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional bukan tanpa kendala. Tidak semua pengeboran menghasilkan air yang layak, bahkan ada lokasi yang menghasilkan air berwarna hitam atau berbau.
Meski begitu, sejumlah titik berhasil menemukan sumber air meski dengan kedalaman relatif pendek. Salah satunya di kawasan RB 03. Di lokasi tersebut, sumur dengan satu pipa dan kedalaman sekitar empat meter disebut mampu memasok air ke sejumlah rumah warga.
Pemkot Makassar berencana menambah titik sumur bor di sekitar lokasi yang berhasil sekaligus memperkuat sistem penampungan air.
“Yang paling penting adalah tempat penampungannya seperti tandon-tandon penampungan itu harus diatur dengan baik supaya kebutuhan masyarakat tidak terfokus pada satu tempat, tapi sudah bisa terdistribusi,” jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan, Pemkot Makassar juga telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Appi memastikan anggaran tersebut sudah dapat digunakan karena kekeringan berkepanjangan membutuhkan intervensi pemerintah yang lebih besar.
“Sudah, BTT-nya ini sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat karena musim kering ini sangat panjang,” tegasnya.