Petugas Damkar saat berupaya memadamkan kebakaran lahan di Tanralili. (ist)
menitindonesia, MAROS – Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 4 hektare di Dusun Biring Kaloro, Desa Aleeare, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Api dengan cepat menjalar hingga persawahan dan sempat mendekati permukiman warga.
Kebakaran terjadi pada Kamis (10/9/2026) saat kondisi lahan dipenuhi vegetasi kering seperti daun, bambu, dan pohon jati. Cuaca panas serta angin kencang membuat kobaran api cepat meluas.
Video amatir warga memperlihatkan api membakar lahan kering dengan asap tebal membumbung tinggi. Kobaran api bahkan bergerak mendekati kawasan permukiman hingga membuat warga panik.
Sejumlah warga berusaha memadamkan api secara manual sembari mencegah kobaran merembet ke rumah.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros yang menerima laporan langsung menuju lokasi. Namun, petugas sempat terkendala karena akses jalan menuju titik kebakaran terputus.
Warga kemudian bergotong royong membuat akses darurat agar mobil pemadam bisa mendekati titik api.
Humas Damkar Maros Ilham Halim mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare.
“Berdasarkan Laporan Warga, Kita langsung melakaukan peanganan kebakaran lahan. Luas Areanya sekitar 4 hektare dan sudah mendekati permukiman warga,” kata Ilham.
Pemadaman dilakukan menggunakan mobil pemadam, peralatan portabel, serta secara manual untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses kendaraan.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk mengendalikan kobaran. Angin kencang dan banyaknya vegetasi kering membuat api cepat merambat, termasuk menuju area persawahan.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Damkar Maros mengimbau warga tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.
Hingga 8 September 2026, Damkar Maros mencatat telah menangani sekitar 168 laporan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca panas dan kering membuat potensi kebakaran masih perlu diwaspadai.