menitindonesia, MAROS – Seluruh jalur pendakian Gunung Bulu Saukang, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, ditutup sementara setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran.
Penutupan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman setelah kobaran api sebelumnya merambat dari Pos 5 hingga Pos 3.
Camat Tompobulu Hamril Ilham mengatakan tidak ada pendaki yang diperbolehkan memasuki kawasan Bulu Saukang untuk sementara waktu. Petugas masih mengantisipasi kemungkinan adanya bara api yang tersisa di kawasan gunung.
“Semua jalur dulu ditutup. Karena tidak boleh dulu ada yang masuk, jangan sampai masih ada bara api di atas,” kata Hamril, Rabu (9/9/2026).
Hamril menjelaskan, kawasan pendakian Bulu Saukang dikelola kelompok masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Sementara itu, Tim Posko Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Wilayah Tompobulu kembali melakukan penyisiran pada Selasa (8/9) malam.
Operasi tersebut dipimpin Komandan Posko Pencegahan dan Penanganan Karhutla Wilayah Tompobulu M Jalaluddin Roem Nurdin, yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros.
Penyisiran dilakukan setelah tim menerima laporan dari masyarakat dan pengelola wisata Bulu Saukang terkait kepulan asap yang terlihat di sekitar Pos 5.
Saat menyisir kawasan tersebut, petugas menemukan dua titik api yang masih menyala.
Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros M Ilham Halim Syah mengatakan sebanyak 18 personel diterjunkan untuk melakukan penyisiran sekaligus pemadaman.
“Petugas menggunakan jet shooter atau pompa punggung untuk memadamkan titik api,” bebernya.
Kebakaran sebelumnya melanda kawasan Gunung Bulu Saukang pada Senin (7/9/2026) malam.
Gunung Bulu Saukang memiliki ketinggian sekitar 332 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi pendakian yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Untuk sementara, aktivitas pendakian dihentikan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman dari potensi bara maupun titik api yang masih tersisa.