Damkarmat Maros Evakuasi Ular Sanca 4 Meter dari Dasar Sumur Warga

Petugas Damkarmat Maros berhasil mengevakuasi ular sepajang 4 meter dari dalam sumur warga. (ist)
menitindonesia, MAROS — Petugas Animal Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dibuat kerepotan mengevakuasi seekor ular sanca batik sepanjang sekitar 4 meter dari dalam sumur warga. Ular berbobot lebih dari 10 kilogram itu ditemukan hampir di dasar sumur dengan kedalaman mencapai 10 meter.
Ular tersebut ditemukan di sumur yang berada di belakang rumah warga di Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Maros. Damkar Maros menerima laporan warga terkait keberadaan ular itu sekitar pukul 09.53 Wita.
Sebanyak delapan personel bersama satu unit armada kemudian dikerahkan ke lokasi. Petugas terlebih dahulu melakukan asesmen untuk memastikan posisi dan kondisi ular sebelum proses evakuasi dimulai.
“Terlihat dari atas sumur, ularnya cukup besar dan dia berada hampir di dasar sumur. Setelah dilakukan evakuasi, kami mengambil ular menggunakan grab stick,” kata Humas Damkar Maros, Muh. Ilham Halim.

BACA JUGA:
Damkarmat Maros Berhasil Padamkan Kebakaran 4 Hektare Lahan di Tanralili

Petugas menggunakan dua grab stick untuk menjepit tubuh ular dan mengangkatnya secara perlahan dari dalam sumur. Sekitar lima hingga enam personel terlibat langsung dalam proses pengangkatan tersebut.
Evakuasi berlangsung cukup dramatis. Selain ukuran ular yang mencapai sekitar 4 meter dengan berat lebih dari 10 kilogram, kondisi di sekitar sumur juga licin. Bahkan, salah seorang petugas nyaris terperosok saat proses evakuasi.
Sumur tersebut memiliki diameter sekitar 1,5 meter. Jarak dari bibir sumur hingga permukaan air sekitar 3 meter, sementara kedalaman keseluruhannya mencapai sekitar 10 meter.
Petugas membutuhkan waktu lebih dari 30 menit hingga akhirnya ular berhasil diangkat ke permukaan dan diamankan.
Ilham menduga ular tersebut masuk ke dalam sumur untuk mencari tempat yang lebih sejuk. Dugaan itu muncul karena kondisi sekitar lokasi cukup panas dan bagian perut ular tampak membesar.
“Ada kemungkinan memang ini ularnya mencari tempat yang lebih adem, lebih sejuk. Karena terlihat di perutnya membesar, kemungkinan juga habis makan atau habis memangsa hewan di sekitarnya,” ujarnya.
Damkar Maros, lanjut Ilham, belum menerima informasi dari warga terkait adanya hewan ternak yang hilang di sekitar lokasi. Karena itu, ular tersebut diduga bisa saja memangsa hewan liar yang berada di sekitar permukiman.
“Kita tidak dapat informasi dari warga soal hewan ternaknya yang hilang atau tidak kembali. Tetapi memang kemungkinan hewan-hewan liar atau mungkin hewan yang belum terdeteksi,” katanya.
Keberadaan ular pertama kali diketahui setelah warga merekam kondisi di dalam sumur. Dalam rekaman tersebut, terlihat motif tubuh ular yang berada di dasar sumur. Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada Damkar Maros.
Setelah berhasil dievakuasi, ular sanca batik tersebut diamankan petugas. Damkar Maros selanjutnya akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menentukan penanganan berikutnya.
“Kita tentu akan melakukan koordinasi dengan pihak BKSDA untuk langkah selanjutnya, ular ini diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam,” pungkas Ilham.