MAKASSAR – Karier politik Bupati Maros AS Chaidir Syam di Partai Amanat Nasional (PAN) terus menanjak. Dua dekade lebih berproses di partai, Chaidir kini dipercaya menduduki posisi Sekretaris DPW PAN Sulawesi Selatan.
Penunjukan itu menjadi babak baru dalam perjalanan politik Chaidir yang dimulai dari organisasi sayap PAN. Ia tercatat bergabung dengan PAN sejak 1999 dan aktif membangun karier politiknya dari level organisasi kepemudaan partai.
Chaidir pernah memimpin Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Maros. Kiprahnya kemudian berlanjut di tingkat provinsi dengan dipercaya memimpin BM PAN Sulsel selama dua periode.
Pengalaman panjang di organisasi sayap partai menjadi salah satu pijakan Chaidir untuk terus meniti karier di PAN. Dari sana, ia kemudian masuk ke struktur utama partai dan dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Karier politik Chaidir semakin kuat setelah ia terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros. Perjalanan tersebut berlanjut hingga dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Maros sebagai bupati.
Kini, pengalaman politik yang dibangun sejak level organisasi sayap partai mengantarkan Chaidir ke jajaran inti DPW PAN Sulsel. Ia resmi dikukuhkan sebagai Sekretaris DPW PAN Sulsel mendampingi Ashabul Kahfi sebagai ketua.
Pengukuhan pengurus DPW PAN Sulsel dilakukan langsung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026). Chaidir juga dipercaya menjadi Ketua Panitia dalam kegiatan pengukuhan tersebut.
Sekitar 150 pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulsel turut dikukuhkan secara simbolis. Struktur kepengurusan baru tersebut disebut diisi sekitar 60 persen wajah baru.
Bagi Chaidir, amanah sebagai sekretaris DPW bukan sekadar posisi struktural, tetapi tanggung jawab untuk memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat paling bawah.
Ia menegaskan konsolidasi menjadi pekerjaan penting setelah kepengurusan baru terbentuk. Sebanyak 24 DPD PAN kabupaten/kota di Sulsel disebut telah memiliki struktur kepengurusan yang lengkap.
Langkah berikutnya diarahkan pada penguatan organisasi hingga tingkat cabang dan desa. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memastikan mesin partai berjalan solid menghadapi agenda politik ke depan.
Perjalanan Chaidir di PAN menunjukkan proses panjang dari organisasi sayap partai hingga menduduki posisi strategis di tingkat provinsi. Pengalaman sebagai kader, aktivis organisasi sayap, pimpinan legislatif hingga kepala daerah kini menjadi modal untuk menjalankan tugas barunya di DPW PAN Sulsel.
Di sisi lain, Zulhas memberikan target besar kepada PAN Sulsel. Partai berlambang matahari itu membidik lima kursi DPR RI pada Pemilu mendatang, meningkat dari capaian tiga kursi sebelumnya.
PAN Sulsel juga menargetkan kembali merebut posisi pimpinan DPRD Sulsel. Target tersebut membuat konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan penting bagi jajaran pengurus baru, termasuk Chaidir sebagai sekretaris DPW.
Dengan pengalaman panjang di tubuh PAN dan organisasi sayap partai, Chaidir kini mendapat tugas untuk ikut mengawal konsolidasi tersebut dari tingkat provinsi hingga struktur terbawah partai.