Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memimpin rapat forum Tripartit Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mendorong forum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar digelar secara rutin setiap bulan.
Menurut Appi, pertemuan rutin antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja penting untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau kita lakukan pertemuan rutin setiap bulan, persoalan yang dihadapi para pekerja di dunia industri akan kita carikan solusi bersama,” kata Appi saat menghadiri Coffee Morning bersama LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar di Hotel Ibis City Center, Jalan Maipa Nomor 8, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri pengusaha, perwakilan buruh, Dewan Pengupahan, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Appi mengibaratkan forum Tripartit seperti arisan yang digelar berkala. Setiap persoalan yang muncul dapat dibawa ke meja pembahasan untuk segera dicari jalan keluarnya.
“Dengan adanya duduk bersama pemangku kepentingan, persoalan di bulan ini insyaallah selesai di bulan depan. Begitu seterusnya,” tuturnya.
Ia berharap setiap pertemuan tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan konklusi atau kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti bersama.
Bagi Appi, forum Tripartit memiliki posisi strategis dalam menjaga hubungan industrial sekaligus mempertemukan kepentingan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.
Terlebih dalam pembahasan pengupahan, Pemkot Makassar harus mengambil posisi sebagai penengah antara pengusaha dan pekerja.
“Di sinilah pemerintah harus benar-benar jeli memastikan posisi sebagai middle man antara pengusaha dan pekerja,” jelasnya.
Ia menegaskan, penentuan upah tidak bisa hanya mempertimbangkan satu kepentingan. Kemampuan dunia usaha dan kebutuhan pekerja harus menjadi bagian dari pembahasan secara berimbang.
Karena itu, pembahasan pengupahan di Kota Makassar akan terus melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Appi juga meminta seluruh pihak cepat merespons setiap perubahan regulasi ketenagakerjaan. Ketika ada kebijakan baru, pemerintah, pengusaha, dan pekerja diminta segera duduk bersama untuk melihat dampaknya dari masing-masing sudut pandang.
“Ketika ada informasi, ketika ada aturan-aturan yang muncul, saya berharap kita langsung duduk bersama-sama. Forum-forum inilah yang nanti melihat dari sudut pandang kita masing-masing untuk memastikan respons kita terhadap sebuah peraturan seperti apa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Appi turut menyinggung pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar meningkat dari 6,61 persen pada kuartal pertama menjadi 7,04 persen pada kuartal kedua.
Namun, ia mengingatkan pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar menjadi angka statistik. Pertumbuhan tersebut harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk pekerja dan pelaku usaha.
“Kita tidak mau, angka pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tidak memberikan dampak apa-apa terhadap masyarakat yang ada di kota ini. Pertumbuhan 7 persen ini harusnya berdampak benar-benar nyata,” tegasnya.
Menurut Appi, pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari aktivitas dunia usaha, pekerja, dan pemerintah. Karena itu, ketiga unsur tersebut harus memiliki kesamaan gerak untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Ketika ini bertumbuh dengan baik, berarti ada satu kesamaan gerak dan langkah antara Tripartit ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan tidak fluktuatif. Apalagi, pemerintah pusat telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
“Bukan hal yang mudah untuk kita raih sampai ke sana, tapi kita harus mempersiapkan semua ini sehingga pertumbuhan ekonomi khususnya yang ada di Kota Makassar harus kita jaga ritmenya,” katanya.
Appi menilai penguatan hubungan industrial menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pemerintah, pengusaha, dan pekerja yang rutin berkomunikasi, berbagai persoalan diharapkan dapat diselesaikan lebih awal sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan masyarakat.
“Ketika kita duduk bersama hari ini, saya berharap ada persoalan yang bisa kita selesaikan, bisa kita sepakati secara bersama,” imbuh Appi.
“Kita memastikan bahwa persoalan-persoalan ini diselesaikan dengan cara bersama dengan dasar-dasar pemikiran yang sama,” tukasnya.