Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono saat menghadiri puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM (K-UMKM) dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. (ist)
menitindonesia, LUWU TIMUR – Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mendorong Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi proyek percontohan atau pilot project pengembangan skema offtaker melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Skema ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan koperasi menyerap hasil produksi masyarakat hingga memasarkannya ke pasar.
Ferry menyampaikan usulan tersebut saat menghadiri puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM (K-UMKM) dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026) malam.
Ia mengusulkan penyediaan alat dan mesin pascapanen untuk mendukung penyerapan hasil produksi masyarakat di seluruh desa dan kelurahan di Sulsel.
“Karena itu, saya ingin Sulawesi Selatan menjadi pilot project kegiatan offtaker, dengan penyediaan alat dan mesin pascapanen untuk seluruh hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan,” tegas Ferry.
Menurut Ferry, skema offtaker diperlukan agar koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara produsen di desa dan pasar. Dengan dukungan peralatan pascapanen, koperasi diharapkan mampu menampung hasil produksi, menjaga kualitas komoditas, hingga memperluas jangkauan pemasaran.
Skema tersebut berpotensi mencakup beragam hasil produksi masyarakat, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan hingga produk kerajinan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui penguatan fungsi tersebut, KDKMP diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pemasaran yang lebih baik sekaligus meningkatkan nilai tambah produk sebelum dijual ke pasar.
Ferry menilai pengembangan koperasi di Sulsel memiliki peluang besar jika didukung kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat. Ia pun mengapresiasi kekompakan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, serta para bupati dan wali kota yang menghadiri peringatan Harkopnas tersebut.
“Baru kali ini saya datang ke provinsi di Sulawesi Selatan, gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wali kotanya kompak hadir. Begitu pun dengan kecintaan terhadap olahraga, kekompakan itu saya saksikan sendiri. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujar Ferry.
Selain dukungan pemerintah daerah, Ferry menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan Koperasi Merah Putih dan memasarkan produk lokal. Menurutnya, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem ekonomi baru.
“Koperasi sekarang membanggakan dan menumbuhkan kepercayaan lagi. Ini bisa menjadi ekosistem baru bagi ekonomi kita,” katanya.
Ferry optimistis kolaborasi pemerintah daerah dan gerakan koperasi di Sulsel dapat melahirkan model pengelolaan koperasi yang produktif dan berkelanjutan. Ia berharap pengembangan tersebut nantinya menjadi referensi bagi daerah lain.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur di provinsi ini akan lahir sebuah gerakan koperasi yang menjadi referensi di masa mendatang bagi daerah lain,” tutup Ferry.