Bahas Penyelamatan Hutan, Bupati Maros Terima Kedubes Inggris di Wisata Dolly

Bupati Maros, Chaidir Syam saat menunjukkan produk UMKM kepada Dubes Inggris yang datang berkunjung ke Wisata Dolly. (ist)
MAROS — Rombongan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris mengunjungi Kawasan Wisata Dolly di Bunga Eja, Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Minggu (18/10/2026).
Kunjungan tersebut untuk memantau pelaksanaan Program SETAPAK yang berfokus pada pelestarian hutan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima langsung rombongan diplomatik tersebut. Dalam kunjungan itu, perwakilan Kedubes Inggris meninjau implementasi program Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Perbaikan Tata Kelola (SETAPAK), yang mendorong masyarakat di sekitar kawasan hutan mengelola potensi alam secara berkelanjutan.
Sejumlah lokasi pendampingan menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut. Selain Kawasan Wisata Dolly yang memiliki potensi wisata, rombongan juga melihat pengembangan gula aren di Tompobulu serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Maros.

BACA JUGA:
724 Rumah Subsidi di Maros Sudah Dihuni, Tertinggi di Sulsel Capai 95,01 Persen

Program SETAPAK mendampingi masyarakat agar dapat memanfaatkan hasil hutan untuk menopang perekonomian tanpa merusak ekosistem. Dengan pendekatan tersebut, pelestarian lingkungan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam.
Pelibatan perempuan dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi keluarga turut menjadi perhatian pihak Kedubes Inggris. Perempuan di sekitar kawasan hutan didorong mengambil peran dalam tata kelola lingkungan sekaligus mengembangkan produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah menjaga kelestarian hutan. Menurut dia, sekitar 40 persen wilayah Kabupaten Maros merupakan kawasan hutan sehingga pengelolaannya perlu memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“ Kabupaten Maros telah mengusung dan melahirkan pendekatan Integrated Area Development (IAD) atau Pengembangan Kawasan Terpadu. Langkah ini mengintegrasikan perlindungan kawasan hutan dengan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian Kedutaan Besar Inggris melalui Program SETAPAK yang memperkuat sinergi ini,” ujar Chaidir.
Melalui pendekatan IAD, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan perlindungan kawasan hutan dengan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Dukungan melalui Program SETAPAK diharapkan memperkuat upaya tersebut, termasuk dalam pengembangan potensi lokal dan peningkatan keterlibatan perempuan.
Kunjungan Kedubes Inggris ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pelestarian ekosistem hutan dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Maros.