DIhantam El nino, Produksi Beras Maros Malah Naik 6.040 Ton pada 2026, Tembus 113 Ribu Ton

Dokumentasi Panen Raya di Kabupaten Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Produksi beras di Kabupaten Maros mencapai 113.306 ton pada 2026. Angka tersebut meningkat 6.040 ton atau tumbuh 5,63 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 107.266 ton.
Peningkatan ini menjadi capaian positif bagi sektor pertanian Maros di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan serta mengganggu produktivitas lahan pertanian.
Berdasarkan data produksi beras kabupaten/kota di Sulawesi Selatan periode 2025–2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros, daerah ini termasuk salah satu wilayah yang mencatatkan pertumbuhan produksi beras pada 2026.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengapresiasi peningkatan produksi tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan upaya petani dalam mempertahankan produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang menantang.

BACA JUGA:
Kunjungan Perdana, Kapolda Soroti Maros Masuk 3 Besar Daerah dengan Angka Kejahatan Tertinggi di Sulsel

“Kita patut bersyukur, di tengah kekeringan ekstrem yang melanda Indonesia, khususnya Maros, petani kita masih bisa menghasilkan produksi beras yang signifikan. Ini tentu menjadi hal baik untuk ke depannya, artinya petani kita bisa survive dengan bencana El Nino ini,” ungkap mantan Ketua DPRD Maros tersebut.
Chaidir menilai peningkatan produksi beras menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Terlebih, Maros memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan.
“Peningkatan produksi ini juga menjadi modal penting bagi Maros untuk terus memperkuat posisi kita sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia menyebut tidak banyak kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang mencatatkan peningkatan produksi beras pada 2026. Selain Maros, kenaikan produksi juga terjadi di Kabupaten Takalar, Luwu, dan Luwu Utara.
Dengan tambahan produksi mencapai 6.040 ton dalam setahun, Chaidir berharap sektor pertanian Maros terus berkembang melalui dukungan kepada petani, peningkatan produktivitas lahan, serta upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Kita tentu harus terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan kepada petani, peningkatan produktivitas lahan, serta upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah,” pungkasnya.