Kunjungan Perdana, Kapolda Soroti Maros Masuk 3 Besar Daerah dengan Angka Kejahatan Tertinggi di Sulsel

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, saat memberikan sambutan di kunjungannya di Mapolres Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Awal Chairuddin, menyoroti tingginya angka kejahatan di Kabupaten Maros yang masuk dalam tiga besar wilayah dengan angka kriminalitas tertinggi di Sulawesi Selatan. Ironisnya, sebagian aksi kejahatan dan kelompok jalanan di daerah tersebut melibatkan anak-anak usia sekolah.
Hal itu disampaikan Awal saat melakukan kunjungan kerja perdana ke Polres Maros sejak dilantik pada 3 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda yang merupakan putra daerah kelahiran Makassar itu juga bertemu dengan masyarakat dan kepala daerah.
Berdasarkan data yang dipelajarinya, wilayah dengan angka kejahatan tertinggi di Sulawesi Selatan masih didominasi Kota Makassar, disusul Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Berikutnya, wilayah hukum Polres Pelabuhan dan Kabupaten Bone.
“Pertama itu Makassar pastinya, terus Gowa dan Maros, serta di Polres Pelabuhan,” ungkapnya, Rabu (4/11/2026).

BACA JUGA:
RDP Polemik IGD RSUD dr La Palaloi, DPRD Maros Soroti Komunikasi Petugas

Awal juga menyoroti maraknya kenakalan remaja, peredaran narkoba, minuman keras (miras), hingga aksi berandal motor yang melibatkan anak-anak berusia 13 hingga 17 tahun.
Ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari. Kapolda juga mendorong Pemerintah Kabupaten Maros memperketat regulasi peredaran minuman keras untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kalau perlu Pak Bupati bikin aturan anak di bawah umur itu tidak diperkenankan berkeliaran di luar rumah di jam tertentu pada malam hari,” lanjutnya.
Meski demikian, Awal menilai penindakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan kriminalitas. Upaya pencegahan, menurutnya, harus dibarengi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan kesempatan kerja bagi warga setempat.
Ia bahkan meminta sektor industri dan pemangku kepentingan di Maros, termasuk pengelola bandara, memberi perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Stakeholder bandara juga punya kesempatan memberikan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Maros, ya harus diprioritaskan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengakui posisi strategis Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar turut menghadirkan tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menyebut sebagian pelaku aksi geng motor yang ditemukan di Maros berasal dari Makassar.
“Iya karena memang kasus-kasus seperti geng motor ini kita bisa lihat itu mereka kebanyakan datang dari Makassar,” sebutnya.
Chaidir juga mengapresiasi jajaran Polres Maros yang rutin menggelar operasi untuk menjaga keamanan wilayah, terutama pada malam akhir pekan yang dinilai rawan terjadi gangguan kamtibmas.