menitindonesia, MAROS – Empat Puskesmas di wilayah pegunungan Kabupaten Maros mengalami kekurangan tenaga dokter, memicu kekhawatiran terganggunya layanan kesehatan bagi warga di daerah terpencil.
Puskesmas yang terdampak meliputi Puskesmas Cenrana, Mallawa, Tompobulu, dan Camba. Situasi ini mendapat sorotan serius dari DPRD Maros.
Anggota DPRD Maros, Hannani Parani, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros. Ia menyebut Puskesmas Mallawa bahkan sempat meminjam tenaga dokter dari Puskesmas Lau untuk menutup kekosongan.
“Dokternya sempat ditugaskan sementara di Mallawa, tapi masa tugasnya sudah berakhir bulan lalu. Kami minta agar diperpanjang, karena masyarakat senang dengan pelayanan dokter tersebut,” kata Hannani, Kamis (7/8/2025).
Hannani juga menekankan pentingnya ketersediaan dokter yang bersedia tinggal di kawasan puskesmas untuk memastikan layanan berjalan 24 jam.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD lainnya, Andi Safriadi. Ia menilai ketimpangan distribusi dokter antara wilayah perkotaan dan pegunungan harus segera diatasi.
“Wilayah pegunungan butuh layanan kesehatan setara dengan kota. Kita dukung pemberian insentif khusus agar lebih banyak dokter bersedia bertugas di sana,” ujarnya.
Safriadi juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat pegunungan yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, membenarkan kekurangan tenaga medis di wilayah pegunungan. Menurutnya, idealnya satu puskesmas dilayani oleh tiga hingga empat dokter.
“Saat ini, Puskesmas Mallawa hanya memiliki satu dokter gigi. Di Camba dan Cenrana masing-masing hanya ada satu dokter umum, sementara Tompobulu memiliki dua dokter,” jelas Yunus.
Ia mengatakan bahwa rendahnya minat dokter bertugas di daerah terpencil menjadi penyebab utama.
“Beberapa kali kami buka formasi CPNS untuk wilayah pegunungan, tapi tidak ada yang melamar. Banyak dokter memilih di kota karena gaji sama, tapi fasilitas lebih memadai,” ujarnya.
Meski demikian, Yunus memastikan pelayanan puskesmas tetap berjalan dengan sistem koordinasi dan konsultasi antar tenaga kesehatan yang tersedia.