Posko Mudik Lebaran Bandara Hasanuddin Dibuka, Penumpang Diprediksi Capai 37 Ribu per Hari

Suasana Posko Mudik Bandara Sultan Hasanuddin di terminal kedatangan. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Posko Angkutan Lebaran di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin resmi dibuka mulai Jumat (13/3/2026). Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik Idulfitri 2026.
Selama periode posko yang berlangsung hingga 30 Maret 2026, jumlah penumpang diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu orang per hari saat arus mudik dan bisa meningkat hingga sekitar 37 ribu penumpang per hari saat arus balik.
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengatakan pembukaan posko merupakan langkah antisipasi menghadapi peningkatan mobilitas penumpang selama musim mudik.
“Selama periode posko ini kami memprediksi jumlah penumpang cukup tinggi. Saat arus mudik rata-rata bisa lebih dari 30 ribu penumpang per hari, sedangkan arus balik diperkirakan mencapai sekitar 37 ribu penumpang per hari,” ujarnya usai apel gelar pasukan posko angkutan Lebaran.

BACA JUGA:
Mudik Lebaran 2026, Bandara Hasanuddin Siagakan 1.254 Personel

Berdasarkan prediksi pihak bandara, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.
Pada hari pertama operasional posko, jumlah penumpang yang tercatat sudah mencapai sekitar 27 ribu orang.
Adapun rute penerbangan yang paling diminati penumpang dari Makassar antara lain menuju Jakarta, Surabaya, dan Kendari.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai juga menambah frekuensi penerbangan selama periode Lebaran.
Di antaranya penambahan dua penerbangan rute Makassar–Surabaya oleh AirAsia, serta tambahan penerbangan Sriwijaya Air ke sejumlah kota seperti Ternate, Yogyakarta, dan Jakarta.
Selain penguatan jadwal penerbangan, pihak bandara juga menyiagakan sekitar 1.300 personel gabungan yang terdiri dari unsur internal bandara maupun instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.
“Total personel yang disiagakan selama periode angkutan Lebaran ini sekitar 1.300 orang, baik dari internal maupun eksternal,” kata Minggus.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi potensi gangguan cuaca, setiap maskapai juga telah menyiapkan bandara alternatif dalam perencanaan penerbangan.
Langkah tersebut merupakan prosedur standar keselamatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan pesawat mendarat di bandara tujuan.