Macet Parah di TPA Antang, Pemkot Makassar Tambah Alat Berat dan Bangun Akses Baru

Wali Kota Makassar saat meninjau TPU Antang. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin mulai tancap gas membenahi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan akibat antrean panjang truk sampah sekaligus meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah yang selama ini kerap terkendala akses.
Pemkot Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran besar untuk pembenahan infrastruktur. Salah satu fokus utama adalah pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa dengan nilai mencapai Rp10,63 miliar pada 2026.
Tak hanya itu, penataan pedestrian di sekitar kawasan TPA juga disiapkan dengan anggaran Rp12,65 miliar yang mencakup dua ruas jalan. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap persiapan dokumen tender.

BACA JUGA:
Bidik Kembali WTP, Pemkot Makassar Jadi yang Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Munafri menegaskan, pembenahan dilakukan secara menyeluruh agar persoalan klasik di TPA Antang, khususnya antrean truk sampah, bisa segera teratasi.
“Kami sudah rapat dengan dinas teknis untuk memastikan penanganan bongkar muat sampah ini berjalan berkelanjutan,” kata Munafri, Jumat (27/3/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, Dinas Penataan Ruang, serta Dinas PTSP.
Menurut Munafri, antrean panjang truk sampah yang sempat memicu kemacetan, terutama pasca arus mudik, menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Pemkot pun langsung menurunkan alat berat tambahan untuk mempercepat proses penanganan di lokasi.
“Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.
Lebih jauh, Munafri menargetkan TPA Antang tidak lagi sekadar menjadi tempat pembuangan akhir, melainkan bertransformasi menjadi kawasan pengelolaan sampah modern dan terintegrasi.
“Kita tidak ingin ini hanya jadi tempat buang sampah. Pengelolaannya harus lebih baik, mulai dari penataan hingga pengaturan akses dan timbunan,” tegasnya.
Ia juga menyebut, rencana pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kita masih berproses dan melakukan kajian matang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pembangunan infrastruktur ini menjadi program strategis prioritas untuk mendukung kelancaran distribusi armada sampah.
“Anggaran sudah kami siapkan untuk pembangunan jalan akses dan penataan kawasan sekitar TPA Antang,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jalan akses TPA Tamangapa senilai Rp10,63 miliar saat ini masih dalam tahap perencanaan. Sementara penataan pedestrian Rp12,65 miliar juga tengah dipersiapkan untuk proses tender.
Pembenahan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi akibat antrean truk sampah, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan di kawasan tersebut.
Dengan proyek ini, Pemkot Makassar menargetkan sistem pengelolaan sampah bisa berjalan lebih optimal, tertib, dan berkelanjutan.