Foto bersama Bupati Maros, Chaidir Syam bersama pengurus KONI di momen Muskorkab KONI 2026. (ist)
menitindonesia, MAROS – Bupati Maros Chaidir Syam membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Maros 2026 dengan membawa target besar bagi dunia olahraga daerah.
Di hadapan pengurus cabang olahraga dan insan olahraga Maros, Chaidir optimistis Kabupaten Maros mampu menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan mendatang.
Optimisme itu disampaikan saat membuka Musorkab KONI Maros di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Kecamatan Turikale, Minggu (28/6/2026).
Menurut Chaidir, capaian olahraga Maros dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang terus meningkat. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya jumlah cabang olahraga (cabor) yang berhasil lolos ke Porprov Sulsel.
“Empat tahun lalu hanya 24 cabang olahraga yang lolos ke Porprov. Alhamdulillah sekarang meningkat menjadi 34 cabang olahraga. Kalau capaian ini bisa dipertahankan, insyaallah Maros mampu masuk lima besar, bahkan tiga besar,” kata Chaidir.
Karena itu, ia berharap kepengurusan KONI Maros yang akan terpilih melalui Musorkab mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun selama ini. Menurutnya, sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh cabang olahraga menjadi kunci utama peningkatan prestasi atlet.
“Kita berharap siapa pun yang memimpin KONI ke depan mampu berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah dan merangkul seluruh cabang olahraga sehingga pembinaan atlet bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Chaidir menegaskan Musorkab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut juga menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi untuk merumuskan arah pembinaan olahraga Maros ke depan.
Ia turut memberikan apresiasi kepada kepengurusan KONI Maros periode sebelumnya di bawah kepemimpinan Marjan Massere yang dinilai berhasil membawa peningkatan prestasi olahraga daerah.
“Terima kasih kepada pengurus KONI periode Pak Marjan Massere yang telah membawa KONI semakin baik dan mampu memfasilitasi pembinaan berbagai cabang olahraga di Kabupaten Maros,” ucapnya.
Selain prestasi, Chaidir juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang sehat dan transparan, terutama dalam pengelolaan anggaran pembinaan olahraga.
Menurutnya, investasi di sektor olahraga sejatinya merupakan investasi untuk masa depan generasi muda.
“Membina olahraga sama halnya dengan memperhatikan pendidikan anak-anak kita. Kita ingin mereka tumbuh sehat, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama daerah,” katanya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan fiskal, Chaidir memastikan Pemerintah Kabupaten Maros tetap berkomitmen memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet dan pengembangan cabang olahraga.
“Walaupun ada berbagai keterbatasan, pemerintah akan terus berupaya memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Maros Marjan Massere berharap capaian prestasi yang telah diraih selama ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan pada Porprov Sulsel 2026.
Menurutnya, peningkatan jumlah cabang olahraga yang lolos ke Porprov menjadi bukti nyata hasil kerja sama yang baik antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pengurus cabang olahraga.
“Di Porprov 2026 kita harus mampu mempertahankan perolehan medali, bahkan kalau bisa lebih baik lagi. Itu harapan saya kepada seluruh cabang olahraga,” kata Marjan.
Musorkab KONI Maros 2026 turut dihadiri Ketua Harian KONI Sulawesi Selatan Abdul Chalik Suang, jajaran pengurus KONI, pengurus cabang olahraga, serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Maros.
Musorkab ini akan menentukan kepengurusan baru KONI Maros yang akan memimpin pembinaan olahraga daerah untuk periode berikutnya sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Porprov Sulawesi Selatan.