Tingkatkan Respons Cepat, Polres Maros Latih Bhabinkamtibmas Tangani Korban Darurat

Personil Bhabinkamtibmas Polres Maros mengikuti pelatihan pertolongan darurat. (ist)
menitindonesia, MAROS — Polres Maros terus memperkuat kapasitas personelnya di lapangan. Melalui Satuan Binmas, institusi ini menggelar Latihan Kemampuan (Latkampuan) Bhabinkamtibmas bertajuk “Polisi Penolong” di Aula Vicond Polres Maros, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung Wakapolres Maros, Kompol Ahmad Rosma, didampingi Kasat Binmas AKP Siswandhy. Seluruh Bhabinkamtibmas dari jajaran Polsek turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut.
Latihan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan dasar personel dalam memberikan pertolongan pertama, terutama saat menghadapi kondisi darurat di tengah masyarakat.
Para peserta dibekali materi praktis mulai dari pengenalan alat SAR, teknik evakuasi korban, hingga penggunaan alat bantu penyelamatan. Tidak hanya teori, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung penanganan luka ringan, gigitan hewan, hingga simulasi penanganan korban kecelakaan.

BACA JUGA:
Evaluasi Peran Bhabinkamtibmas, Mabes Polri Gelar Supervisi di Polres Maros

Wakapolres Maros menegaskan, peran Bhabinkamtibmas saat ini tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dituntut sigap dalam situasi darurat.
“Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan di tengah masyarakat. Mereka harus siap menjadi polisi penolong, terutama saat kejadian darurat sebelum bantuan lanjutan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Binmas AKP Siswandhy menyebut pelatihan ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan profesionalisme personel di lapangan.
Menurutnya, kemampuan teknis seperti pertolongan pertama menjadi bekal penting agar anggota mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur.
“Harapannya, seluruh Bhabinkamtibmas semakin terampil dan responsif dalam membantu masyarakat, khususnya pada kondisi yang membutuhkan penanganan segera,” katanya.
Dengan pelatihan ini, Polres Maros menargetkan kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dari sisi keamanan, tetapi juga sebagai penolong pertama dalam situasi kritis.