Sekda Sulsel: Perang Lawan Narkoba Butuh Sinergi, Bukan Sekadar Seremonial

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman bersama Kepala BNNP Sulsel, Kombes Pol Agung Prabowo. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Hal itu disampaikan Jufri saat membuka Rapat Koordinasi Program P4GN di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, narkotika merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga berdampak luas pada kehidupan sosial, ekonomi, hingga ketahanan nasional.
“Dampaknya sangat luas, mulai dari produktivitas tenaga kerja, integritas aparatur, hingga daya saing pembangunan daerah,” ujarnya.
Jufri menekankan Program BERSINAR (Bersih Narkoba) tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang terstruktur dan berkelanjutan.

BACA JUGA:
Sulsel Genjot Turunkan Stunting, RKPD 2027 Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Ia menilai pendekatan preventif melalui program tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Menurutnya, keberhasilan P4GN sangat ditentukan oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Jufri menekankan empat langkah strategis yang harus menjadi perhatian, yakni penguatan komitmen pimpinan instansi, penyusunan regulasi internal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan deteksi dini dan rehabilitasi.
Ia juga mendorong adanya langkah konkret seperti sosialisasi masif dan sistem pengawasan yang efektif di setiap instansi.
Selain itu, peningkatan kapasitas SDM melalui edukasi dan pelatihan dinilai penting agar mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba.
“Pendekatan harus humanis, tetapi tetap tegas dan berintegritas,” katanya.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan seluruh pemangku kepentingan agar implementasi program berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.
Jufri pun mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai titik awal aksi nyata, bukan sekadar diskusi.
“Saya berharap lahir langkah-langkah inovatif yang bisa langsung diterapkan dan berdampak nyata bagi Sulawesi Selatan,” tandasnya.
Rakor tersebut turut dihadiri perwakilan BNN RI, BNN Provinsi Sulsel, kepala daerah, serta berbagai pihak terkait sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pusat dan daerah dalam memerangi narkotika.