UPT Jasa Kearsipan Sulsel menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Buton. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jasa Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan semakin menunjukkan perannya sebagai rujukan pengelolaan arsip bagi pemerintah daerah.
Terbaru, UPT Jasa Kearsipan Sulsel menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Buton yang ingin mempelajari sistem pengelolaan arsip dan layanan kearsipan yang diterapkan di Sulawesi Selatan.
Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Senin (8/6/2026), sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola arsip yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Rombongan Kabupaten Buton dipimpin Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buton, Jufri T., dan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri.
Turut hadir Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel Hj. Mustaana, Plt Sekretaris Dinas Andi Sucianita Hatta, Kepala Bidang Kearsipan Basri, serta Koordinator Arsiparis Irzal Natsir.
Selama ini, UPT Jasa Kearsipan Sulsel dikenal aktif mendukung pengelolaan arsip perangkat daerah melalui layanan penyimpanan, pemeliharaan, pembinaan, hingga pendampingan teknis. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Buton memilih Sulawesi Selatan sebagai lokasi studi tiru.
Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai aspek penyelenggaraan kearsipan, mulai dari pengelolaan arsip dinamis dan statis, sistem layanan kearsipan, hingga inovasi yang mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pengembangan sistem kearsipan membutuhkan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antardaerah agar kualitas layanan publik terus meningkat.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun sistem kearsipan yang semakin baik dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pelayanan publik. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi dalam pengelolaan arsip,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj. Mustaana, menegaskan arsip kini memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, arsip bukan lagi sekadar dokumen yang disimpan, tetapi menjadi bukti akuntabilitas sekaligus memori kolektif pembangunan.
“Arsip bukan hanya soal penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif pemerintahan. Melalui arsip yang tertata dengan baik, setiap kebijakan, program, dan perjalanan pembangunan dapat terdokumentasi serta dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
Mustaana menjelaskan, tantangan pengelolaan arsip saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat serta akurat. Karena itu, inovasi layanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam penguatan sistem kearsipan.
Selain berdiskusi, rombongan Kabupaten Buton juga meninjau langsung fasilitas dan layanan yang dimiliki UPT Jasa Kearsipan Sulsel. Mereka melihat proses pengelolaan arsip mulai dari penataan, pemeliharaan, hingga pelayanan kepada pengguna arsip.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan posisi UPT Jasa Kearsipan Sulsel sebagai salah satu pusat pembelajaran dan referensi pengelolaan arsip daerah. Melalui berbagai praktik baik yang telah diterapkan, UPT Jasa Kearsipan Sulsel diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis pelayanan publik.