Jangan Tertipu! Ini Ciri Hewan Kurban Sakit Menurut BBVet Maros

Kepala BBV Maros, drh. Agustia (bkr)
menitindonesia, MAROS – Menjelang Hari Raya Iduladha, masyarakat diimbau tidak asal memilih hewan kurban. Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros mengingatkan pentingnya memastikan kondisi kesehatan ternak sebelum dibeli.
Kepala BBV Maros, drh. Agustia, menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit hewan ternak di momentum Iduladha.
“Jangan sampai salah pilih. Masyarakat harus bisa mengenali ciri-ciri hewan yang tidak sehat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu indikasi hewan tidak layak kurban adalah munculnya gejala penyakit mulut dan kuku (PMK), seperti air liur berlebihan hingga berbusa serta adanya luka atau lepuhan di bagian mulut.

BACA JUGA:
Tak Lagi Bergantung Bansos, 111 Warga Maros Pilih Mundur dari PKH

“Kalau ditemukan gejala seperti itu, sebaiknya tidak dipilih,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan pengecekan sederhana, seperti menyentuh tubuh hewan untuk memastikan tidak dalam kondisi demam.
“Kalau terasa panas, itu tanda hewan sedang sakit,” tambahnya.
Di sisi lain, BBV Maros memastikan pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban tetap berjalan ketat. Setiap ternak yang akan diperdagangkan wajib melalui uji kesehatan sebelum mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Hingga saat ini, sebanyak 18.481 sampel hewan kurban telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar satu persen yang terindikasi memiliki penyakit.
“Kondisinya masih terkendali, tapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” kata Agustia.
Ia menegaskan, peran aktif masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat akan sangat membantu upaya pemerintah dalam menekan risiko penyebaran penyakit ternak.
“Kalau semua ikut peduli, kita bisa pastikan hewan kurban yang beredar benar-benar aman dan sehat,” pungkasnya.