Bakom RI Tetapkan BPOM Masuk 3 Besar Performa Medsos Pemerintah, Taruna Ikrar Raih Kepercayaan Publik

Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran kabinet di Jakarta, membahas penguatan pengawasan obat dan makanan serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.
  • BPOM menembus tiga besar nasional performa media sosial terbaik instansi pemerintah. Capaian ini memperlihatkan penguatan komunikasi publik di era kepemimpinan Prof Taruna Ikrar.
menitindonesia, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencatat prestasi penting di bidang komunikasi publik digital. Berdasarkan hasil pemantauan khusus Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI periode 13 April 2026 hingga 19 April 2026, BPOM masuk dalam tiga besar Top Performa Media Sosial Pemerintah secara nasional.
Dalam daftar tersebut, BPOM menempati posisi ketiga setelah Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman di peringkat pertama serta badan Komunikasi Pemerintah di posisi kedua. Sementara posisi empat hingga sepuluh ditempati oleh Sekretariat Kabinet, Badan Kepegawaian Negara, Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, Badan Pengaturan BUMN, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
BACA JUGA:
Temui Menteri PU, Gubernur Sulsel Usul Proyek Jalan hingga Jembatan Strategis
Kepala Biro Kerja Sama dan Humas BPOM RI, Lynda Kurnia Wardhani, S.E., M.Si., Ph.D., didamping Tim Ahli Kepala BPOM RI Bidang Medsos dan Humas Akbar Endra, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa strategi komunikasi publik BPOM semakin efektif dan diterima masyarakat luas.
“Capaian ini menunjukkan penguatan strategi komunikasi BPOM berjalan pada arah yang tepat. Kami terus berupaya menghadirkan informasi yang cepat, akurat, edukatif, dan mudah diakses publik,” ujar Lynda, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Picsart 26 04 22 13 45 22 962 11zon e1776840629505

Strategi Digital yang Kian Terlihat

Menurut Lynda, masuknya BPOM dalam tiga besar performa media sosial pemerintah bukan hanya soal tingginya interaksi digital. Lebih dari itu, capaian tersebut mencerminkan hadirnya institusi negara yang semakin adaptif terhadap perubahan pola komunikasi masyarakat.
“Sebagai lembaga pengawas obat dan makanan, BPOM memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi publik, klarifikasi isu, peringatan dini, hingga hasil pengawasan produk kepada masyarakat,” kata Lynda.
BACA JUGA:
Taruna Ikrar Bicara di Markas PBB, BPOM Indonesia Tancap Gas Rebut Panggung Regulasi Obat Dunia
Di bawah kepemimpinan Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., kanal media sosial tampak didorong menjadi corong informasi institusi yang akuntabel, cepat, dan responsif. Sejak memimpin BPOM, ia terlihat berupaya menjadikan lembaga tersebut lebih terlihat, lebih didengar, lebih strategis, dan lebih dipercaya.
Taruna Ikrar juga menyampaikan penghargaan kepada tim media sosial BPOM yang dinilai mampu bekerja cepat dan peka membaca perkembangan isu publik di ruang digital.
“Saya mengapresiasi kerja Tim Medsos BPOM yang peka terhadap dinamika informasi digital, sigap merespons isu publik, dan terus menjaga kualitas komunikasi institusi,” ujar Taruna Ikrar.
Di tengah derasnya arus hoaks kesehatan, promosi menyesatkan, dan maraknya produk ilegal, kehadiran institusi yang aktif di ruang digital menjadi kebutuhan nyata. “Prestasi ini menunjukkan BPOM tidak hanya bekerja di ranah pengawasan, tetapi juga hadir di ruang publik tempat masyarakat mencari informasi setiap hari,” pungkasnya