Dolar AS Terus Menguat, Rupiah Kian Tertekan ke Rp 17.858

Ilustrasi penguatan Dollar vs Rupiah
menitindonesia, JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah hingga menembus level Rp 17.800-an pada perdagangan Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.10 WIB, dolar AS tercatat berada di level Rp 17.858 atau menguat 57 poin setara 0,32 persen.
Tak hanya terhadap rupiah, mata uang Paman Sam juga terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang global lainnya.
Dolar AS tercatat naik 0,51 persen terhadap won Korea Selatan dan menguat 0,05 persen terhadap yen Jepang.
Selain itu, dolar AS juga terapresiasi 0,09 persen terhadap dolar Kanada serta naik 0,20 persen terhadap franc Swiss. Sementara terhadap dolar Hong Kong, dolar AS justru melemah tipis 0,03 persen.

BACA JUGA:
Purbaya Kaget Ditanya Anggaran Sapi Kurban Prabowo, Sebut Bukan Ranah Kemenkeu

Melemahnya rupiah hingga mendekati level Rp 18.000 per dolar AS turut mendapat sorotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya mengaku heran sekaligus stres melihat pelemahan rupiah yang dinilainya tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).
Meski rupiah tertekan, Purbaya menyebut pasar obligasi Indonesia masih relatif stabil. Bahkan, yield obligasi pemerintah disebut mengalami penurunan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari langkah pemerintah melakukan intervensi melalui operasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau treasury operation untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Purbaya mengatakan selama pasar obligasi tetap terkendali, aliran modal asing masih berpotensi masuk ke Indonesia.
Ia juga memastikan pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah lanjutan guna menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.
“Ke depan akan ada aksi lagi untuk menjaga nilai tukar rupiah,” katanya.