Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menyerahkan uang pembebasan lahan bandara Bua Luwu. (ist)
menitindonesia, LUWU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menuntaskan proses pengadaan lahan untuk pengembangan Bandara Bua di Kabupaten Luwu.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan ganti rugi kepada 50 pemilik lahan dengan total nilai mencapai Rp17,5 miliar sebagai bagian dari rencana perpanjangan runway bandara tersebut.
Penyerahan ganti rugi berlangsung di Bandara Bua dan turut dihadiri Bupati Luwu Patahuddin, Wakil Bupati Luwu Muh Dhevy Bijak Pawindu, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Hari ini bersama Bupati Luwu Patahuddin dan Wakil Bupati Luwu Muh Dhevy Bijak Pawindu, kami menyerahkan ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan runway Bandara Bua. Sebanyak 50 pemilik lahan menerima ganti rugi dengan total nilai Rp17,5 miliar,” kata Andi Sudirman.
Ia menjelaskan, setelah seluruh proses pembebasan lahan rampung, aset tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk mendukung pelaksanaan proyek perpanjangan runway Bandara Bua.
Menurut Andi Sudirman, perpanjangan landasan pacu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan bandara. Dengan runway yang lebih panjang, Bandara Bua diharapkan mampu melayani pesawat berbadan lebih besar sekaligus membuka peluang hadirnya penerbangan langsung dari Luwu menuju Jakarta.
“Harapannya, setelah perpanjangan runway terealisasi, Bandara Bua dapat melayani pendaratan pesawat yang lebih besar dan membuka peluang penerbangan langsung ke Jakarta,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan Bandara Bua tidak hanya meningkatkan akses transportasi, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan Tana Luwu.
“Dengan pengembangan Bandara Bua, kita berharap dapat membuka konektivitas yang lebih luas sekaligus mendorong tumbuhnya wilayah aglomerasi ekonomi baru di Kabupaten Luwu dan sekitarnya,” ucapnya.
Andi Sudirman optimistis pembangunan infrastruktur transportasi tersebut akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang investasi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan regional Luwu.
“Insyaallah, ikhtiar ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat regional Luwu,” tutupnya.