menitindonesia, BOGOR — Pekerjaan pengendalian banjir di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas mulai berjalan. Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menyatakan dukungan penuh terhadap proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) tersebut.
Pembangunan tanggul permanen dan pengerukan alur sungai kini mulai dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang selama ini menjadi wilayah langganan banjir, khususnya di kawasan Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Untuk jalur Sungai Cikeas, pekerjaan diawali di kawasan RW 36 dan RW 41 Vila Nusa Indah 3. Sementara di Sungai Cileungsi, pengerjaan dimulai dari Blok Y Vila Nusa Indah 2.
Ketua KP2C, Puarman, mengaku lega setelah alat berat mulai beroperasi di kedua sungai tersebut.
“Kami senang alat berat sudah mulai bekerja di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas,” kata Puarman saat meninjau langsung lokasi pekerjaan, Minggu (14/6/2026).
Menurut dia, pengerukan sungai dan pembangunan tanggul permanen merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
“Pengerukan dan pembangunan tanggul ini akan membuat daya tampung sungai bertambah sehingga bisa mencegah dan meminimalisir dampak banjir ke depan,” ujarnya.
Puarman juga mengapresiasi pelaksanaan proyek yang dilakukan saat musim kemarau. Menurutnya, momentum tersebut sangat tepat karena pekerjaan dapat berjalan lebih optimal sebelum curah hujan kembali meningkat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh program pengendalian banjir yang sedang berjalan.
“Kami mengapresiasi pengerukan dan pembangunan tanggul yang dilakukan saat musim kemarau dan mengajak masyarakat mendukung penuh pekerjaan ini,” katanya.
Puarman menyadari selama proses pengerjaan akan muncul dampak yang dirasakan warga, mulai dari kebisingan alat berat hingga debu di sekitar lokasi proyek. Namun, menurutnya, kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang harus dipahami demi kepentingan yang lebih besar.
“Kita maklumi saja sebagai ekses dari sebuah pekerjaan besar,” ujarnya.
Ia menegaskan manfaat proyek ini jauh lebih besar dibandingkan dampak sementara yang ditimbulkan. Terlebih, kawasan terdampak banjir di sepanjang aliran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas mencapai sekitar 68 ribu warga.
“Sebagai warga yang selama ini terdampak banjir, kami sangat terbantu dengan pekerjaan ini,” tambahnya.
Selain normalisasi sungai dan pembangunan tanggul, KP2C juga mendukung rencana BBWSCC membangun delapan kolam retensi di wilayah Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan Kali Bekasi.
Puarman berharap seluruh program pengendalian banjir tersebut dapat direalisasikan hingga tuntas sehingga persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga dapat ditekan secara signifikan.
“Jika seluruh program ini selesai, kami berharap banjir bisa diminimalisir dan mimpi warga untuk hidup aman dan nyaman bersama sungai dapat terwujud,” pungkasnya.