Prabowo di Sidang Tahunan MPR: Belum Semua Persoalan Bangsa Selesai

Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR. (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengakui masih banyak persoalan bangsa dan janji pemerintah yang belum dapat dituntaskan dalam waktu singkat.
Namun, Prabowo memastikan pemerintahannya akan terus bekerja menyelesaikan berbagai pekerjaan yang masih tersisa dengan menjadikan kepentingan nasional dan kebutuhan rakyat sebagai pijakan utama dalam mengambil kebijakan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka mengakui belum seluruh persoalan bangsa maupun janji yang disampaikannya saat memimpin pemerintahan dapat dituntaskan.
“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” kata Prabowo.

BACA JUGA:
Jelang HUT ke-81 RI, Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air

Meski demikian, Prabowo menilai pemerintah telah mulai menunjukkan hasil dalam menangani sejumlah persoalan yang selama puluhan tahun dianggap sulit diselesaikan.
Menurutnya, keberanian mengambil keputusan, kerja keras, ketulusan, kehendak yang jelas, serta gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” ujarnya.
Prabowo kemudian membeberkan empat pedoman utama yang menjadi landasan pemerintahannya dalam menjalankan tugas sekaligus menunaikan janji dan sumpah sebagai Presiden.
Pertama, pemerintah wajib menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kedua, pemerintah harus menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital atau the core and vital national interests.
Salah satunya dengan memastikan kekayaan bangsa Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Hal ini termasuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pedoman ketiga, kata Prabowo, pemerintah harus berupaya mengatasi kesulitan yang dihadapi rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Sedangkan pedoman keempat adalah menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam setiap pekerjaan pemerintah.
Tak hanya kebutuhan masyarakat saat ini, kebijakan pemerintah juga harus mempertimbangkan masa depan generasi berikutnya.
“Dalam bekerja, kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat, kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan empat pedoman tersebut menjadi pegangan pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya menjawab persoalan hari ini, tetapi juga menjaga kepentingan nasional dan masa depan generasi mendatang.