menitindonesia, MAROS — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan mulai menggelar musyawarah cabang (Muscab) secara serentak di berbagai daerah sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menghadapi Pemilu 2029.
Hingga akhir Juni 2026, Muscab telah dilaksanakan di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba. Sementara pada Sabtu (27/6/2026), agenda serupa dilanjutkan di Kota Parepare, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Maros.
Sekretaris DPW PAN Sulsel, Chaidir Syam, mengatakan pelaksanaan Muscab akan terus bergulir hingga seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menyelesaikan proses pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan atau Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
“Sebelumnya sudah terlaksana di Sinjai dan Bulukumba. Sabtu ini dilanjutkan di Parepare, Pangkep, dan Maros. Khusus Kabupaten Barru masih melakukan konsolidasi untuk pelaksanaan Muscab,” kata Chaidir, Sabtu (27/6/2026).
DPW PAN Sulsel menargetkan seluruh Muscab di 24 kabupaten/kota rampung pada Juli 2026. Target tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan konsolidasi internal partai hingga ke tingkat akar rumput.
“Kita berharap targetnya pada bulan Juli seluruh Muscab di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sudah bisa dituntaskan,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, Muscab kali ini difokuskan pada pembentukan dan penguatan kepengurusan DPC di tingkat kecamatan. Seluruh pengurus kecamatan di masing-masing daerah akan mengikuti agenda tersebut secara serentak karena penerbitan surat keputusan kepengurusan berada di bawah kewenangan DPW PAN Sulsel.
Menurut Chaidir, Muscab tidak hanya menjadi forum pembentukan kepengurusan baru, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi kinerja organisasi di tingkat daerah.
Evaluasi tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi, bersama jajaran pengurus wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin partai menjelang kontestasi politik mendatang.
“Kami melakukan evaluasi terhadap kinerja DPD PAN di masing-masing kabupaten sebagai bagian dari konsolidasi organisasi,” katanya.
Meski kepengurusan baru mulai terbentuk, PAN Sulsel belum akan melakukan pelantikan dalam waktu dekat. Pelantikan pengurus hasil Muscab direncanakan berlangsung bersamaan dengan pelantikan pimpinan DPW setelah adanya jadwal resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
“Jadwal pelantikan masih menunggu keputusan dari DPP,” ujarnya.
Menghadapi Pemilu 2029, PAN Sulsel memasang target peningkatan signifikan perolehan kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Saat ini PAN memiliki empat kursi di DPRD Sulsel.
Chaidir menegaskan partainya menargetkan keterwakilan di seluruh daerah pemilihan (dapil) DPRD Sulsel yang berjumlah 11 dapil.
“Kita berharap ke depan setiap daerah pemilihan bisa memiliki minimal satu anggota legislatif dari PAN. Di Sulawesi Selatan ada 11 daerah pemilihan dan itu menjadi target yang ingin kita capai,” tegasnya.
Melalui Muscab serentak ini, PAN Sulsel berharap dapat memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sekaligus mempersiapkan mesin partai yang lebih solid untuk menghadapi Pemilu 2029.