Ketua Harian TP PKK Sulawesi Selatan, Melani Simon, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sulsel.
menitindonesia, MAKASSAR — Pameran Kriya dan Wastra Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Indonesia bakal tampil dengan konsep berbeda tahun ini. Untuk pertama kalinya, pameran berskala nasional tersebut digelar di pusat perbelanjaan modern, yakni Trans Studio Mall (TSM) Makassar, pada 9 hingga 12 Juli 2026.
Langkah tersebut diambil untuk mendekatkan produk kriya dan wastra Nusantara kepada masyarakat luas sekaligus membuka pasar yang lebih besar bagi pelaku UMKM dan perajin daerah.
Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas itu diproyeksikan menjadi salah satu agenda terbesar tahun ini dengan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas pada 10 Juli 2026 dijadwalkan dibuka langsung oleh Selvi Ananda, yang juga merupakan istri Wakil Presiden RI. Pembukaan akan dihadiri jajaran pengurus Dekranas Pusat serta anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni).
“Puncak peringatan di Trans Studio Mall Makassar dijadwalkan dibuka resmi oleh Ibu Wakil Presiden, Selvi Ananda,” kata Ketua Harian TP PKK Sulawesi Selatan, Melani Simon, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sulsel.
Sebanyak 200 stan disiapkan untuk memeriahkan pameran. Dari jumlah tersebut, 158 stan akan diisi Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Sisanya ditempati kementerian, lembaga, serta berbagai mitra strategis.
Ratusan stan tersebut akan menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari wastra Nusantara, busana etnik, kerajinan tangan, aksesori, hingga produk kreatif khas daerah yang selama ini menjadi andalan UMKM.
Ketua Panitia Harian, Sukarniaty Kondolele, mengatakan pemilihan mal sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan strategi baru untuk mempertemukan perajin dengan pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda dan masyarakat urban.
Menurutnya, pusat perbelanjaan memiliki arus pengunjung yang tinggi dan beragam sehingga memberi peluang lebih besar bagi produk kriya untuk dikenal oleh masyarakat.
“Ini kesempatan baik untuk mendekatkan kriya dan wastra kepada masyarakat. Mereka yang sebelumnya mungkin tidak pernah datang ke pameran kerajinan khusus, kini bisa melihat langsung produk unggulan daerah di sela aktivitas mereka,” ujarnya.
Ia menilai konsep tersebut juga menjadi cara efektif memperkenalkan kembali wastra Nusantara di tengah berkembangnya tren fesyen modern yang banyak digemari kalangan muda.
Selain mendorong transaksi langsung, panitia berharap pameran ini membuka peluang kerja sama antara perajin, desainer, pelaku usaha, hingga sektor ritel modern.
“Tujuan akhirnya adalah membantu UMKM perajin naik kelas. Mereka bisa memahami kebutuhan pasar dan mengembangkan produk yang lebih kompetitif,” katanya.
Tak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, kegiatan ini juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kota Makassar.
Panitia memproyeksikan sekitar 4.000 hingga 5.000 peserta dari seluruh Indonesia akan hadir selama rangkaian kegiatan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 berlangsung.
Kehadiran ribuan tamu tersebut diperkirakan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pusat perbelanjaan selama empat hari pelaksanaan kegiatan.
Selain pameran kriya dan wastra, sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan. Mulai dari pemecahan Rekor MURI minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serentak oleh ibu hamil terbanyak di Sulawesi Selatan, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, festival kuliner, jalan sehat, hingga promosi destinasi wisata unggulan daerah.
Melalui penyelenggaraan di ruang publik modern, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap produk-produk kriya daerah semakin dikenal masyarakat, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
Tema yang diusung tahun ini, “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, menjadi cerminan upaya mendorong perajin lokal agar tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.