Penampakan Desain Jembatan Kembar Maros yang Ditarget Rampung September 2027

Penampakan desain jembatan kembar Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pekerjaan duplikasi Jembatan Sungai Maros resmi dimulai. Di balik proyek senilai Rp51,6 miliar tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menaruh perhatian besar pada pekerjaan pondasi yang dinilai menjadi tahap paling krusial dalam konstruksi jembatan baru itu.
Kepala BBPJN Indra Cahya Kusuma mengatakan proyek duplikasi Jembatan Sungai Maros menggunakan skema kontrak tahun jamak (multi years contract) 2026–2027 dengan masa pelaksanaan selama 480 hari atau sekitar 16 bulan.
Meski secara kontrak ditargetkan selesai pada September 2027, pihaknya berupaya mempercepat pekerjaan agar konstruksi dapat rampung pada Agustus 2027.
“Anggaran Rp51,6 miliar itu hanya untuk pembangunan konstruksinya saja. Pembebasan lahannya menggunakan dana provinsi yang diperbantukan kepada Pemerintah Kabupaten Maros,” kata Indra usai groundbreaking proyek, Selasa (7/7/2026).
WhatsApp Image 2026 07 07 at 14.25.19
Rencana area pembangunan duplikasi jembatan Maros.
Saat ini pekerjaan masih berada pada tahap persiapan melalui proses mutual check antara konsultan supervisi, kontraktor pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan satuan kerja terkait untuk memastikan seluruh aspek teknis sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:
Peletakan Batu Pertama Gubernur Sulsel, Tandai Proyek Duplikasi Jembatan Maros Dimulai

Menurut Indra, fokus utama pekerjaan dalam beberapa bulan ke depan adalah penyelesaian pondasi. Tahap ini menjadi sangat penting karena seluruh pekerjaan dilakukan langsung di area Sungai Maros yang memiliki tantangan tersendiri, terutama saat memasuki musim hujan.
Fondasi jembatan akan menggunakan bore pile berdiameter 80 sentimeter dengan kedalaman mencapai delapan hingga sepuluh meter. Pekerjaan pondasi ditargetkan selesai pada Desember 2026 sebelum debit Sungai Maros meningkat.
WhatsApp Image 2026 07 06 at 18.48.00
Penampakan desain jembatan kembar Maros. (ist)
“Yang paling kami kejar saat ini adalah pekerjaan pondasi. Karena alat bore pile bekerja langsung di badan sungai, maka akan jauh lebih sulit jika debit air sudah naik saat musim hujan,” jelasnya.
Secara teknis, jembatan baru akan dibangun sejajar dengan jembatan eksisting yang saat ini digunakan masyarakat. Struktur jembatan memiliki panjang sekitar 103 meter dengan tiga bentang utama yang ditopang dua abutmen dan dua pier.
Desain tiga bentang tersebut dipilih untuk menjaga kapasitas aliran Sungai Maros sekaligus meminimalkan hambatan terhadap arus air maupun material hanyut yang kerap terbawa saat musim hujan.
“Aliran sungainya tetap terjaga. Dengan tiga bentang sepanjang sekitar 103 meter itu tidak akan mengganggu aliran maupun hanyutan yang ada di sungai,” ujar Indra.
Selain mempertimbangkan aspek hidrologi, desain jembatan juga disusun agar proses pembangunan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di jalur nasional Makassar-Pangkep yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di Sulawesi Selatan.
Karena dibangun di sisi jembatan eksisting, pekerjaan konstruksi dipastikan tidak memerlukan penutupan maupun pengalihan arus kendaraan selama masa pembangunan berlangsung.
“Lalu lintas tetap berjalan normal. Pekerjaan dilakukan di sisi jembatan yang ada sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya penutupan jalan,” katanya.
Duplikasi Jembatan Sungai Maros dibangun untuk menghilangkan titik penyempitan atau bottleneck yang selama ini terjadi di ruas nasional tersebut. Setelah rampung, jembatan akan memiliki empat lajur, masing-masing dua lajur untuk setiap arah, sehingga kapasitas jalan menjadi seimbang dengan ruas di kedua sisinya yang lebih dulu diperlebar.
Dengan dimulainya pekerjaan konstruksi, BBPJN kini berpacu dengan waktu untuk menuntaskan tahap pondasi sebelum musim hujan tiba. Keberhasilan pekerjaan awal tersebut akan menjadi penentu kelancaran pembangunan salah satu proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Maros itu.