Sekprov Sulsel Dorong BPD Perkuat Daya Saing dan Transformasi Digital

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahma sekaligus Komisaris Utama Bank Sulselbar saat menggelar zikir bersama di momen HUT Sulselbar yang ke 65 Tahun. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Para komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia Timur berkumpul di Makassar untuk membahas strategi memperkuat daya saing perbankan daerah di tengah pesatnya perubahan industri keuangan nasional.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam Sharing Session Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Wilayah Timur yang digelar di Kantor PT Bank Sulselbar, Jalan Dr Ratulangi, Makassar, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan itu dirangkaikan dengan rapat perdana pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur sebagai forum koordinasi dan kolaborasi antar-Bank Pembangunan Daerah yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Komisaris Utama PT Bank Sulselbar, Jufri Rahman, Koordinator FKDK BPDSI Wilayah Timur Victor Abraham Abaidata, Direktur Utama Bank Sulselbar Yulis Suandi, serta jajaran komisaris dari sembilan BPD di kawasan timur Indonesia.

BACA JUGA:
LPS Gandeng Pemprov Sulsel, Program Pelajar Menabung Segera Diluncurkan di 4 Daerah

Forum tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik, sekaligus memperkuat fungsi tata kelola dan pengawasan BPD di tengah tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Selain membahas penguatan kelembagaan, para komisaris juga diharapkan mampu merumuskan berbagai rekomendasi strategis yang dapat mendorong peningkatan daya saing BPD di tingkat nasional.
Jufri Rahman mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut karena dinilai menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kapasitas dewan komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kita mengapresiasi Sharing Session Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia ini, wadah yang efektif untuk saling bertukar informasi untuk meningkatkan kompetensi,” kata Jufri.
Menurutnya, forum seperti ini perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam memperkuat posisi Bank Pembangunan Daerah di masa mendatang.
“Dalam pertemuan ini, kita harap hadirnya rekomendasi-rekomendasi untuk disampaikan ke tingkat pusat agar nantinya menghasilkan output dalam menjadikan BPD yang champion,” ujarnya.
Jufri juga menekankan pentingnya komitmen seluruh BPD untuk terus bertransformasi, terutama dalam aspek digitalisasi layanan perbankan. Menurutnya, penguatan teknologi dan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar BPD mampu bersaing dengan perbankan nasional maupun industri keuangan digital yang terus berkembang.
Ia berharap hasil pertemuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi BPD, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan sektor keuangan dan pembangunan ekonomi nasional.
“Kita harap pertemuan ini bisa memberikan manfaat untuk Bank Pembangunan Daerah, dan untuk bangsa Indonesia secara umum,” pungkasnya.