PDAM Makassar Bongkar Penyebab Krisis Air, Saluran Tak Dikeruk Sejak 1979

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mulai menunjukkan hasil dalam upaya mengatasi krisis air bersih yang selama berbulan-bulan dikeluhkan warga. Sejumlah kawasan di wilayah utara kota yang sebelumnya mengalami gangguan distribusi kini mulai kembali menikmati aliran air.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengungkapkan salah satu penyebab utama terganggunya pasokan air bersih adalah pendangkalan saluran air baku yang mencapai sekitar tiga meter dan diduga belum pernah dikeruk sejak tahun 1979.
Temuan itu diperoleh setelah dirinya turun langsung menelusuri jalur air baku dari kawasan Lekopancing hingga Panaikang untuk mencari akar persoalan yang selama ini menghambat distribusi air ke pelanggan.
“Saat saya mulai menjalankan tugas, persoalan pertama yang harus kami hadapi adalah krisis air bersih di beberapa wilayah. Banyak masyarakat menyampaikan air tidak lagi mengalir, terutama di kawasan utara Kota Makassar,” kata Andi Syahrum dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, persoalan distribusi air tidak boleh terus-menerus disederhanakan hanya karena penurunan debit air baku. Ia menegaskan PDAM harus mencari solusi konkret agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

BACA JUGA:
Pemkot Makassar Gratiskan PBG untuk Rumah Subsidi, 1.100 Unit Sudah Terealisasi

“Kalau setiap kali masyarakat mengeluh lalu kita hanya mengatakan debit air menurun, padahal saat musim hujan pun air tetap tidak mengalir, tentu itu bukan solusi. Tugas kami adalah mencari jalan keluar agar pelayanan kembali normal,” ujarnya.
Hasil penelusuran di lapangan menemukan sejumlah titik saluran mengalami pendangkalan cukup parah. Berdasarkan keterangan warga sekitar, saluran tersebut belum pernah dinormalisasi sejak puluhan tahun lalu.
Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerukan besar-besaran yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir.
“Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan pasokan air bersih kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain normalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki Pompa Intake Manggala yang mengalami kerusakan sejak Oktober 2025. Perbaikan turut mencakup sistem kelistrikan yang menjadi penunjang utama operasional instalasi.
Pompa Intake Manggala diketahui mengambil air baku dari Sungai Moncongloe dan menjadi salah satu sumber utama yang menopang produksi air bersih untuk Kota Makassar.
“Alhamdulillah, setelah pompa dan instalasi diperbaiki, distribusi air di beberapa wilayah mulai kembali normal,” katanya.
Tak berhenti pada pemulihan pasokan, PDAM juga memperkuat jaringan distribusi melalui penyambungan pipa dari kawasan Maccini Sombala menuju Tallo. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah utara yang selama ini menjadi salah satu daerah dengan tantangan distribusi terbesar.
Andi Syahrum mengatakan pihaknya juga terus memaksimalkan pemanfaatan Sungai Moncongloe sebagai sumber air baku.
“Kalau debit dari Moncongloe bisa mencapai sekitar 600 liter per detik, saya pastikan distribusi air ke wilayah utara akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar terkait cadangan air PDAM yang disebut hanya mampu bertahan selama 30 hari.
“Cadangan air PDAM itu bukan seperti stok di dalam tangki yang tinggal dihitung harinya. Sumber air baku kami berada di sungai dan terus kami pantau setiap hari,” jelasnya.
Menghadapi potensi musim kemarau berkepanjangan, PDAM Makassar telah menyiapkan langkah darurat dengan menyiagakan 14 unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada pelanggan yang terdampak gangguan layanan.
Armada tersebut akan diperkuat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun mobil pemadam kebakaran apabila kondisi membutuhkan distribusi tambahan.
“Kami sudah menyiapkan mobil tangki untuk mengantisipasi kondisi yang sangat krusial. Prioritas utama tentu pelanggan PDAM yang mengalami gangguan distribusi. Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” katanya.
Saat ini, pengerukan saluran masih terus dilakukan dengan target kedalaman sekitar dua meter dan panjang pekerjaan mencapai kurang lebih 15 kilometer menuju kawasan Manggala.
Andi menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya PDAM memastikan layanan air bersih tetap terjaga di tengah ancaman musim kemarau sekaligus memperluas pemerataan distribusi hingga ke seluruh wilayah Kota Makassar.
Sementara itu, Camat Ujung Tanah Andi Unru mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan PDAM Makassar. Menurutnya, hasil perbaikan mulai dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya kerap mengalami gangguan distribusi.
“Alhamdulillah, langkah-langkah yang dilakukan Pak Dirut sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami kendala distribusi kini pelayanannya semakin baik. Harapan kami kondisi ini terus dipertahankan,” ujar Andi Unru.