KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Dibuka, Pemprov Sulsel Ajak Masyarakat Bangga Pakai Wastra Lokal

Sekda Sulsel, Jufri Rahman saat membuka Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x South Sulawesi Digital Festival (DIGIFEST) 2026 bertajuk Wastra Heritage Market di Atrium Mall Ratu Indah. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia terus mendorong wastra lokal naik kelas hingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Komitmen itu ditandai dengan pembukaan Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x South Sulawesi Digital Festival (DIGIFEST) 2026 bertajuk Wastra Heritage Market di Atrium Mall Ratu Indah, Makassar, Selasa (28/7/2026).
Pameran yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 itu menghadirkan sekitar 63 UMKM wastra, tekstil, dan kriya binaan Bank Indonesia dan Dekranasda Sulsel, serta 37 UMKM kuliner yang menampilkan beragam produk unggulan daerah.
Pembukaan ditandai dengan pemakaian kain wastra oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman bersama para tamu undangan, di antaranya Anggota DPR RI Komisi XIII Meity Rahmatia, Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, perwakilan OJK, LPS, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel.

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Siap Jalani Penilaian Ombudsman 2026, Jufri Rahman: Jadikan Momentum Berbenah

Dalam sambutannya, Jufri mengapresiasi Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terus berkolaborasi memperkuat ekosistem UMKM sekaligus melestarikan wastra sebagai identitas budaya Sulawesi Selatan.
Menurutnya, meningkatnya penggunaan wastra harus diiringi dengan peningkatan kualitas produk, inovasi, dan daya saing agar mampu bertahan di tengah persaingan industri kreatif.
“Penggunaan saja bukanlah jaminan akan kelestariannya. Oleh karena itu, harus ada ikhtiar, kerja keras, dan kerja cerdas untuk terus mengembangkan serta meningkatkan keterlibatan semua pihak,” kata Jufri.
Ia menegaskan, Pemprov Sulsel akan terus mendukung pelaku UMKM melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga kemudahan akses pembiayaan agar produk-produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Menurutnya, Wastra Heritage Market menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan wastra Sulawesi Selatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
“Ini kesempatan kita untuk meningkatkan derajat wastra Sulawesi Selatan dengan bersama-sama menggunakannya, termasuk pada berbagai kegiatan resmi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Jufri juga mengajak masyarakat membiasakan penggunaan wastra dalam berbagai aktivitas, tidak hanya pada acara formal, sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif lokal.
“Di sini kita bisa menyaksikan produk-produk berkualitas. Ini kesempatan kita untuk meningkatkan derajat wastra Sulawesi Selatan dengan menggunakannya tidak hanya pada acara resmi, tetapi juga di berbagai kegiatan. Ayo kita semarakkan Wastra Heritage Market ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan sektor ekonomi kreatif, khususnya fesyen dan kuliner, memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Karena itu, Bank Indonesia bersama Pemprov Sulsel terus membangun ekosistem wastra agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Tidak hanya juara di Sulawesi Selatan, tetapi harus secara nasional. Kalau perlu kita promosikan ke luar negeri,” ujar Rizki.
Ia menilai karya para desainer Sulawesi Selatan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain. Bahkan, beberapa di antaranya telah tampil di ajang internasional dan kembali mendapat kesempatan memamerkan karya pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
“Desainer-desainer kita tidak kalah bagusnya dengan yang ada di nasional maupun internasional. Bahkan nanti di Karya Kreatif Indonesia, kita juga akan tampilkan karya dari Sulawesi Selatan,” katanya.
Rizki menambahkan, Bank Indonesia setiap tahun membina sekitar 75 UMKM melalui berbagai program pengembangan. Pembinaan tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga petani, eksportir, hingga pesantren agar mampu berkembang dan mandiri.
“Kita selalu berinovasi bagaimana meningkatkan UMKM agar naik kelas, sementara pesantrennya agar mandiri,” pungkasnya.
KKS x DIGIFEST 2026 merupakan agenda tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang tahun ini berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) serta Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.