355 ASN Maros Jalani Profiling, Jadi Penentu Pemetaan Talenta Aparatur

355 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menjalani kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar. (IST)
menitindonesia, MAROS – Sebanyak 355 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menjalani kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Maros dalam memperkuat penerapan manajemen talenta di lingkungan birokrasi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Maros, Andi Sri Wahyuni, mengatakan peserta profiling berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai pejabat eselon II, pejabat fungsional hingga ASN pelaksana yang belum mengikuti kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.
“Kuota yang diberikan kepada Kabupaten Maros sebanyak 355 ASN. Pelaksanaannya hanya sehari, tetapi dibagi menjadi dua sesi,” katanya.
Menurutnya, profiling merupakan program Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengukur potensi dan kompetensi ASN sebagai dasar penerapan sistem manajemen talenta di instansi pemerintah.

BACA JUGA:
Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Maros Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih untuk Warga

“Hasil profiling nantinya menjadi salah satu komponen dalam pemetaan talenta. Potensi dan kompetensi ASN akan menjadi dasar penempatan pegawai pada nine box talent,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pelaksanaan kegiatan difasilitasi oleh BKN sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Profiling ini tidak dipungut biaya dan tidak menggunakan dana APBD karena merupakan program dari BKN,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam, dalam sambutan tertulisnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat tata kelola kepegawaian melalui penerapan manajemen talenta.
Menurutnya, Kabupaten Maros telah memperoleh persetujuan untuk menerapkan sistem tersebut dan saat ini sedang menyusun Human Capital Development Plan (HCDP) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.
Selain itu, Pemkab Maros juga bersiap menerapkan sistem penilaian kinerja harian melalui aplikasi e-Kinerja sebagai upaya membangun budaya kerja yang lebih disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Chaidir berharap seluruh peserta mengikuti proses profiling secara objektif. Ia menegaskan hasil penilaian bukan untuk mencari kelemahan ASN, melainkan menjadi dasar pengembangan potensi dan penempatan pegawai sesuai kompetensinya.
“Hasil profiling ini bukan untuk mencari kelemahan ASN, tetapi menjadi dasar mengembangkan potensi terbaik setiap pegawai agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” pungkasnya.