Pemkab Maros Siapkan Rp600 Juta untuk Distribusi Air Bersih, 6.738 KK Terdampak Kekeringan

Bupati Maros, Chaidir Syam saat melepas bantuan distribusi air bersih ke warga terdampak di Kabupaten Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyiapkan anggaran Rp600 juta untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Anggaran tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan disiapkan untuk mendukung operasional distribusi air bersih kepada warga terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan anggaran tersebut masih bisa ditambah jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kebutuhan air warga meningkat.
“Kita berharap kondisi segera membaik, tetapi pemerintah tetap siap mengantisipasi jika kekeringan berlanjut,” kata Davied usai melepas bantuan air bersih di Lapangan Pallantikang, Selasa (11/8/2026).
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan distribusi air bersih ditargetkan menjangkau 6.738 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.

BACA JUGA:
Kepala Bapenda Maros Raih 3 Penghargaan, Ada Satyalancana Karya Satya 30 Tahun

Ribuan warga tersebut tersebar di delapan kecamatan. Empat wilayah masuk zona merah, yakni Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru. Sementara Turikale, Moncongloe, Tanralili, dan Mandai masuk zona kuning.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Maros menyiagakan sedikitnya 16 mobil tangki setiap hari. Armada tersebut akan didistribusikan secara bergilir ke wilayah yang mengalami krisis air.
“Armada tersebut akan bergerak secara bergilir ke wilayah terdampak untuk menyalurkan air sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Chaidir.
Tak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga, Pemkab Maros juga mewaspadai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Chaidir mengatakan pemerintah daerah telah membentuk Satgas Kekeringan untuk mendata lahan pertanian yang terdampak, termasuk lahan yang berpotensi mengalami puso.
Data tersebut nantinya dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kami juga melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak kekeringan sebagai dasar untuk penanganan selanjutnya,” katanya.
Ancaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga menjadi perhatian. Pemkab Maros menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran setiap hari untuk melakukan penyiraman di area TPA guna mencegah munculnya titik api.
Pemkab Maros memastikan penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan, baik melalui distribusi air bersih, perlindungan sektor pertanian, maupun langkah pencegahan kebakaran.