Sumber Air Lekopancing Maros Mengering, 9 Ribu Pelanggan PDAM Terdampak

Kondisi Bendungan Lekopancing yang mengering akibat kemarau. (ist)
menitindonesia, MAROS – Sumber air Lekopancing yang menjadi salah satu andalan PDAM Tirta Bantimurung Maros mengering sejak 26 Agustus 2026. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 9.000 pelanggan.
Bendung Lekopancing kini hanya menyisakan sedikit genangan air akibat kondisi kemarau.
Kabag Teknik PDAM Tirta Bantimurung Maros, Abdul Rajab, mengatakan wilayah yang terdampak merupakan area pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan.
“Wilayah pelayanan IPA Pattontongan mulai Pattontongan keluar ke Batangase sampai ke perbatasan Maros-Makassar,” kata Abdul Rajab, Minggu (30/8/2026).
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, PDAM Tirta Bantimurung Maros mulai mengalihkan pasokan dari instalasi lain yang masih memiliki ketersediaan air.
Selain itu, distribusi air dilakukan menggunakan mobil tangki yang mengambil pasokan dari IPA Turikale.

BACA JUGA:
Pete-Pete Muat Sembako Terbakar di Maros, Sopir Alami Luka Bakar Serius

Direktur PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahuddin, memastikan mengeringnya sumber air Lekopancing tidak serta-merta menghentikan pelayanan kepada pelanggan.
Menurutnya, jaringan distribusi PDAM yang saling terhubung memungkinkan pasokan dialihkan dari instalasi lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau ada wilayah yang debitnya berkurang, kami suplai menggunakan mobil tangki dan tandon,” ujar Shalahuddin.
Saat ini, PDAM Tirta Bantimurung Maros melayani lebih dari 24 ribu pelanggan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Maros.
Shalahuddin mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga kondisi kembali normal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau,” katanya.