Listrik Sulbagsel Belum Normal, PLN Kebut Pulihkan Sejumlah Pembangkit

Foto : Pegawai PLN Sulselrabar Tengah Mengecek Kondisi Aliran Listrik
menitindonesia, MAKASSAR – PT PLN (Persero) terus mengebut pemulihan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Salah satu pembangkit yang mulai kembali beroperasi yakni PLTU Jeneponto dengan kapasitas 125 megawatt (MW).
Meski pembangkit tersebut sudah kembali menyuplai listrik, kondisi sistem Sulbagsel belum sepenuhnya normal. PLN masih melakukan optimalisasi sejumlah pembangkit lain untuk meningkatkan daya mampu pasok.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan kondisi sistem kelistrikan terus dipantau secara real time. Seluruh sumber pasokan yang tersedia dioptimalkan untuk mempercepat pemulihan.
“PLN terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan pasokan listrik Sistem Sulbagsel. Saat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 125 MW telah kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem. Di saat yang sama, kami terus mendorong optimalisasi pembangkit lainnya agar daya mampu pasok semakin meningkat,” ujar Edyansyah.

BACA JUGA:
Dinilai Rugikan Warga, DPRD Maros Minta PLN Potong Tarif Akibat Pemadaman Listrik

PLN menyebut masih ada sejumlah pembangkit yang membutuhkan proses optimalisasi. Kondisi itu membuat daya mampu pasok Sistem Sulbagsel belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal.
Koordinasi dan percepatan penanganan terus dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan pembangkit yang tersedia.
Dalam kondisi pasokan yang masih terbatas, PLN melakukan pengaturan beban secara bertahap dan terukur. Pola pengaturan tersebut disesuaikan dengan kondisi sistem kelistrikan secara real time.
Artinya, wilayah yang terdampak maupun durasi pengaturan beban dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi pembangkit dan sistem di lapangan.
“Berbagai langkah mitigasi terus kami lakukan, baik melalui optimalisasi pembangkit, pengaturan pola operasi maupun percepatan penanganan pada fasilitas yang masih memerlukan optimalisasi. Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” jelas Edyansyah.
PLN menargetkan peningkatan daya mampu pasok sehingga kebutuhan pengaturan beban dapat terus ditekan. Petugas di lapangan juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru terkait kondisi kelistrikan, termasuk wilayah yang terdampak, melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal informasi resmi PLN.
Informasi juga dapat diperoleh melalui WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.
“Kami memohon dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. PLN akan terus all out mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal secepatnya,” tutup Edyansyah.