Supriansa Turun Bertarung di MUSDA Golkar Sulsel, Adi; Saya Disuruh Ambil Formulir

Sahabat Supriansa, Asri Toyo Ibrahim dan Supriadi menerima Formulir dari Ketua Stering Commite Musda X Golkar Sulsel, Arfandi Idris.

Diskresi – Masa kepengurusan Supriansa di Partai Golkar, belum genap lima tahun. Syarat AD/ART, dan PO Partai Golkar tidak membolehkan ikut suksesi ketua. Diskresi, membuat Supriansa, boleh berebut ketua di Musda nanti.

Laporan: Nabila

menitindonesia.com, MAKASSAR – Sahabat Supriansa, Asri “Toyo” Ibrahim dan Supriadi, tiba-tiba datang ke Kantor DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, di Jalan Botolempangan, Makassar. Keduanya, menemui Ketua Stering Commite Musda X Partai Golkar, Arfandi Idris, yang sudah menunggunya. Toyo dan Supriadi menunjukkan surat kuasa untuk mengambil Formulir Calon Ketua DPD I Partai Golkar, yang berakhir, hari ini, Minggu (19/7).

Setelah usai menerima map beirisi formulir yang diserahkan Arfandi, delegasi Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Supriansa ini,  langsung meninggalkan kantor Partai Golkar. Supriadi pun enggan berbicara banyak ketika ia ditanya, apakah formulir tersebut untuk Supriansa atau calon lain?

“Semalam, saya hanya diperintah mengambil formulir hari ini, termasuk membawakan surat kuasa. Saya belum diperintah bicara ke publik. Sabar ya,” ujar Adi singkat, diamini oleh Toyo.

Nama Supriansa, akhir-akhir ini santer disebut-sebut akan menggantikan posisi HAM Nurdin Halid sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel pada Musda ke X yang akan dihelat akhir bulan Juli 2020, ini. Hanya, satu syarat yang bisa meloloskan Supriansa di ajang Musda Golkar nanti, yaitu Diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Tanpa diskresi itu, Supri terganjal AD/ART dan PO Partai Golkar.

Hadirnya Toyo dan Adi mengambil Formulir, mengesankan ke Publik, langkah Supriansa memimpin Partai Golkar makin mantap.

Pengamat Politik, pun mengomentari, jika sosok mantan Aktifis Mahasiswa era 90-an itu, sebagai jalan tengah yang tepat. Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Makassar, Dr. Hasrullah, MA, bilang, Supri adalah politisi yang jernih dan tidak terlibat gesekan dengan berbagai kelompok kepentingan di Sulawesi Selatan.

Namun, sesuai Juklak, terdapat 10 point sebagai syarat Calon Ketua DPD I Golkar. Syarat syarat tersebut tertuang dalam AD/ART Pasal 18 ayat 1 dan 5 serta Juklak 02/DPP/Golkar/II/2020 pasal 38 ayat 1:  syarat calon ketua telah aktif menjadi pengurus Golkar sekurang-kurangnya pada tingkat satu di atasnya dan atau satu tingkat di bawahnya. Memiliki prestasi, dedikasi, disiplin dan loyalitas terhadap partai, bersedia membagi waktu dan sanggup bekerjasama, memiliki kapabilitas dan akseptabilitas serta tidak pernah terlibat G 30 S/PKI.

Saat diminta komentarnya, Supriansa yang saat ini masih berada di Jakarta, enggan berkomentar. Pendiri Makassar Intelektual Law (MIL) itu, memilih diam, meskipun namanya sering disebut-sebut. “Kita lihat saja nanti. Doakan agar pelaksanaan Musda Golkar ini lancar, Aamiin. ” ujar mantan Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia itu, singkat. (nabila)

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini