Tito Karnavian dan Supriansa Apresiasi Kerja Hebat Polri Tangkap Buron Kakap

Foto Suprians dan Jenderal Pol Idham Azis

Kasus Djoko TjandraMenangkap buronan di luar negeri, bukan soal enteng. Urusannya ribet. Tidak mudah menembus jalur-jalur birokrasi. Keberhasilan Polri menangkap Djoko Tjandra diapresiasi Mantan Kapolri Tito Karnavian dan Anggota DPR RI Komisi III Supriansa.

menitindonesia.com, JAKARTA – Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian dan Anggota DPR RI Komisi III Supriansa, mengapresiasi keberhasilan Polri menangkap buronan kakap Djoko Tjandra.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Polri, Pak Kapolri dan jajarannya yang mampu untuk menembus hambatan-hambatan birokrasi maupun hambatan-hambatan hukum antarnegara, itu prestasi luar biasa,” kata Tito Sabtu (1/8) di Jakarta.

Tito – yang saat ini jabat Menteri Dalam Negeri RI, bilang menangkap buronan di luar negeri itu bukan perkara mudah karena mesti mengatasi birokrasi antarnegara, meskipun ada perjanjian ekstradisi antardua negara, misalnya antara Indonesia dan Malaysia.

Djoko Sugiarto Tjandra telah ditangkap jajaran Bareskrim Polri. Adapun penangkapan pria yang tersangkut kasus pengalihan hak tagih Bank Bali itu merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Supriansa mengatakan bahwa komitmen Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam penegakan hukum tidak diragukan. “Ini bukti beliau tidak main-main soal penegakan hukum di Indonesia. Kita tunggu perintah Bapak Presiden selanjutnya terhadap beberapa buron yang masih berkeliaran di luar negeri,” ujar Supriansa kepada menitindonesia.com, Sabtu (1/8/), kemarin.

Politikus Partai Golkar ini juga meminta kepada kepolisian agar bisa mengungkap siapa saja yang terlibat membantu atau memberi saran kepada Djoko Tjandra selama pelariannya di Indonesia. Supriansa pun mengapresiasi jajaran Bareskrim Polri dalam melakukan pelacakan dan penangkapan terhadap Djoko Tjandra.

“Ini sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian setelah oknum polisi itu sendiri melakukan tindakan ceroboh yang menemani perjalanan sang buron selama di Indonesia,” tuturnya.

Diketahui, Buronan negara itu diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kamis (30/7/2020) malam. (tim-nabila)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini