SBY: Seorang Presiden Harus Siap Dikritik dan Dihujat

Ilustri SBY -(menitindonesiaArt)
SBY Bicara – Tak elok pemimpin jika selalu berburuk sangka.  Semasa Presiden, SBY mengaku selalu menghormati Megawati Soekarnoputri, pendahulunya. Ia juga tidak pernah menuding PDI Perjuangan menunggangi unjuk rasa. 
menitindonesia.com, CIKEAS – Presiden Republik Indonesia ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam rekam jejaknya selama 10 rtahun jabat sebagai presiden, tak pernah sekalipun menuding tokoh-tokoh oposisi  menunggangi aksi unjuk rasa yang mengkritik pemerintah. SBY menganggap, unjuk rasa adalah bagian dari proses demokrasi. Ia tak mau berburuk sangka. “Lebih elok berprasangka baik,” kata SBY, Selasa (13/10), kemarin.
Dia menjelaskan, waktu PDI Perjuangan beroposisi dengan pemerintahannya, SBY mengaku tetap menjaga silaturahmi dengan para petinggin PDI Perjuangan. “Suuzon tidak baik, saya dulu menghormati semuanya,” kata SBY dalam acara ‘Ngobrol Santai’ yang diunggah channel YouTube-nya, Senin (13/10/2020).
SBY bilang, jika ia memiliki hubungan baik dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan suaminya. “Saya menghormati Ibu Megawati sebagai presiden sebelum saya, kakak saya, hubungan saya dengan almarhum Pak Taufik Kiemas juga baik, jadi gak ada masalah apapun,” tuturnya.
Menurut SBY, seorang pemimpin, apalagi presiden, harus siap dikritik, difitnah, dan dihujat. Pemimpin harus kuat menghadapi serangan tersebut agar bisa menyelesaikan tugas yang diembannya secara tuntas. “Saya tidak mudah untuk mengatakan yang menggerakkan ini, pasti ini yang beroposisi, bisa salah loh,” tuturnya.
SBY mengaku tidak memiliki jawaban jika ditanya mengapa pemerintahan saat ini terkesan menuduh pihak-pihak oposisi menunggangi berbagai macam unjuk rasa. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menuturkan kunci yang harus dimiliki setiap pemimpin dalam menghadapi ujian seperti itu adalah dengan cara tetap menghormati para pendahulu dan tidak berburuk sangka.
Ia juga membantah jika ia dianggap dalang unjuk rasa besar menolak UU Cipta Lapangan Kerja yang berujung ricuh, pekan lalu. SBY menjelaskan kalau pun ia memiliki kemampuan menggerakkan massa dan uang yang banyak untuk membiayainya, hal tersebut tidak akan dilakukannya. “Saya tidak punya niat, tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat dilakukan,” katanya. (andiesse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini