Ada di Posisi Buncit Versi Quick Count, Tahfidz Masih Tetap Optimis

Tahfids merasa berpeluang menang –  Andi Aziz Maskur memberi isyarat: Tzahfids bakal menempuh jalur ke Mahkamah Konstitusi. Alasannya selisih suara masih kejar-kejaran. Masih selisih tipis dengan Tahfids. Aziz merasa Tahfids menang. Pernyataan Aziz dibantah oleh Fitri. “Mungkin kalkulatornya salah hitung,” kata Fitriani Syamsuar. 
menitindonesia, MAROS – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Maros nomor urut 1, Tajerimin Nur-Havid S Pasha (Tahfids) mengaku masih optimis menjadi pemanang di Pilkada Maros 2020. Meski hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survei menempatkan Paslon ini diurutan buncit.
Ketua tim hukum Tahfidz, Andi Aziz Maskur menyebut, Tahfids masih beda tipis dengan dua pesaingnya berdasarkan rekapitulasi C1 internal timnya. Meski tak mengungkap di posisi berapa, ia merasa yakin jika jagoannya itu masih punya peluang menang.
“Tahfidz masih optimis sampai saat ini. Berdasarkan rekap C1 internal kami, masih saling kejar-kejaranlah pokoknya. Kami percaya data tim internal kami,” kata Aziz saat menggelar jumpa pers, Kamis (10/12/2020).
Lebih jauh, Aziz mengungkap kalau data yang masuk menunjukkan selisih antara masing-masing Paslon hanya 5 persen. Itupun, kata dia, 3 dari 14 kecamatan belum masuk datanya.
“Kemarin itu jam 3, selisihnya 5 persen saja dan itu belum masuk tiga kecamatan. Masih kejar-kejaranlah berdasarkan internal kami,” lanjutnya.
Menurutnya pengacara senior ini, seluruh tahapan Pilkada belum usai sampai saat ini, sehingga selayaknya tidak boleh ada yang sudah merasa menang, apalagi telah meluapkan euforia, seolah-olah sudah terpilih.
“Karena ada euforia salah satu Paslon. Kita harus menghargai rangkaian Pilkada karena tahapannya masih panjang. 9 desember itu hanya tahapan pencoblosan, belum perhitungan PPK dan KPU,” sebutnya.
Meski sudah diumumkan oleh KPU, kata Aziz, tak serta merta Paslon itu juga disebut terpilih karena masih ada upaya hukum yang bisa ditempuh oleh Paslon lain yang mungkin merasa belum menerimanya.
“Tapi kalau ada yang tidak akui dan menempuh jalur hukum melalui MK. Tidak bisa dilantik dulu, harus menunggu dulu putusan MK. Jadi sabar dululah, kalau memang sudah nasib yah pasti dilantik,” ujarnya.
Dari hasil pantauan rekapitulasi suara yang diumumkan oleh KPU di laman resminya, hingga pukul 22.00 ini, Paslon nomor 2, Chaidir-Suhartina masih tetap kokoh diangka 42,5 persen, disusul oleh Paslon nomor 3, Harmil – Ilham 32,5 persen. Sementara Tahfidz jauh di posisi buncit dengan perolehan 25 persen. Tercatat. total suara masuk sudah mencapai 66,13 persen.
Terkait klaim Tahfids jika suaranya masih kejar-kejaran, Tim Hati Kita Keren, Fitriani Syamsuar ogah menanggapinya. Menurut Fitri, hasil dari seluruh TPS sudah dihitung, dan hasilnya sudah ada di kecamatan.
“Mungkin C1 yang dibawah saksinya banyak yang salah, atau mungkin kalkulatornya eror,” ujar Fitri. #gabriel